Rohul, Catatanriau.com – Pasca kejadian pembakaran dan pengrusakan sembilan pos jaga milik anak kemenakan Masyarakat Adat Suku Melayu Rantau Kasai di kawasan kebun eks PT Torganda pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, situasi di lapangan hingga kini masih menyisakan ketegangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut diduga dilakukan oleh ratusan orang tak dikenal (OTK). Dalam peristiwa itu, empat bangunan pos jaga dilaporkan hangus terbakar, sementara 10 pos lainnya mengalami kerusakan parah akibat amukan massa.
Meski tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa, kerugian material ditaksir cukup besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat adat yang selama ini memperjuangkan hak-haknya di kawasan tersebut.
Pada Senin (16/2/2026), awak media turun langsung ke lokasi kejadian untuk menelusuri fakta di lapangan serta menggali keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui insiden tersebut.
Dari pantauan di sekitar area eks PT Torganda, terlihat arus massa kembali berdatangan menuju kantor besar eks perusahaan tersebut. Massa tersebut diduga dimobilisasi oleh oknum tertentu yang disebut-sebut berada di balik peristiwa pembakaran dan pengrusakan.
Menurut sumber informasi yang diterima, sebagian besar massa diduga berasal dari wilayah perkebunan Batang Kumu 1 dan 2. Mereka datang secara berkelompok, sebagian mengendarai sepeda motor, sementara lainnya diangkut menggunakan mobil truk.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat membawa senjata tajam serta benda keras seperti balok kayu. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti tujuan kedatangan massa tersebut, namun kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan susulan.
Sejumlah saksi yang merupakan bagian dari karyawan di kawasan tersebut enggan disebutkan namanya. Mereka mengaku cemas situasi yang belum kondusif dapat kembali memicu konflik terbuka.
Para saksi berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk mencegah aksi lanjutan serta memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun aparat kepolisian mengenai dugaan dalang di balik aksi pembakaran dan pengrusakan tersebut. Awak media masih terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak yang disebut dalam peristiwa ini.
Masyarakat Rantau Kasai berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan secara damai, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut.***