Waspada! Harimau Betina dan Dua Anaknya Kerap Muncul di Permukiman Tanjung Penyembal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:55:55 WIB

Dumai, Catatanriau.com — Seekor harimau betina yang sedang mengasuh dua anaknya dilaporkan kerap muncul di kawasan permukiman dan perkebunan Kelurahan Tanjung Penyembal, tepatnya di Jalan Bunga Ujung. Kemunculan terbaru dan cukup mengerikan terjadi pada Sabtu (31/1/2026) dini hari, di mana tiga warga yang sedang memancing nyaris menjadi korban. Jarak lokasi kejadian dari permukiman warga hanya sekitar tujuh kilometer.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kemunculan harimau tersebut bukanlah insiden satu kali. Warga yang beraktivitas sebagai penjaga kebun sawit dan tinggal di sekitar wilayah perkebunan sering melaporkan keberadaan satwa liar dilindungi itu.

Insiden terkini dialami langsung oleh seorang warga Lubuk Gaung, Darmono, bersama dua rekannya. Saat itu, mereka sedang memancing di lokasi yang dikenal warga sebagai Parit atau AS Jokowi, Jalan Bunga Ujung, pada pukul 00.30 WIB.

"Harimau itu awalnya muncul dari semak-semak, lalu melompati kanal pembatas jalan dengan mudah. Dia hanya berjarak kurang lebih 20 meter dari kami," cerita Darmono, seperti dituturkan kembali oleh sumber warga setempat.

Sontak, Darmono dan kedua rekannya fokus menyorotkan senter ke arah binatang buas tersebut. Dengan sigap, mereka segera menuju motor dan bergegas kabur dari lokasi. Beruntung, ketiganya selamat tanpa cedera.

Lokasi kemunculan harimau ini sangat mengkhawatirkan karena hanya berjarak kira-kira tujuh kilometer dari permukiman terdekat. Hal ini menandakan bahwa wilayah jelajah (home range) harimau tersebut sudah sangat dekat dengan aktivitas manusia.

Menyikapi hal ini, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di Jalan Bunga Ujung dan sekitarnya pada malam hingga dini hari. Aktivitas seperti memanen atau memancing sebaiknya dihindari di wilayah tersebut untuk sementara waktu.

"Kami himbau masyarakat agar menghindari lokasi tersebut, terutama saat gelap. Harimau betina yang sedang mengasuh anak cenderung lebih agresif dalam menjaga wilayah dan anak-anaknya," ujar seorang perwakilan warga yang kerap mendapat laporan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati atau mencoba mengusir harimua tersebut jika berpapasan. Segera tinggalkan lokasi dengan tenang tanpa membuat gerakan tiba-tiba atau berteriak. Setiap penampakan harimua atau tanda keberadaannya seperti jejak kaki dan kotoran, agar segera dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat atau aparat pemerintah kelurahan.

Hingga berita ini diturunkan, upaya koordinasi dengan pihak berwenang terkait penanganan dan pemantauan satwa dilindungi ini masih terus dilakukan. Pemasangan tanda peringatan di lokasi rawan juga diusulkan warga untuk mencegah korban jiwa, baik dari pihak warga maupun satwa yang dilindungi undang-undang.***

Terkini