Anak 7 Tahun Tewas dalam Kebakaran Kios di Pekanbaru, Api Melalap Bangunan Saat Warga Terlelap

Minggu, 25 Januari 2026 | 13:30:06 WIB

Pekanbaru, Catatanriau.com — Tragedi kebakaran terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Sebuah kios barang harian di Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, dilalap si jago merah pada Ahad (25/1/2026) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun, Rayhan, meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, penyewa kios bernama Andrianto, mengalami luka bakar ringan.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.38 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan kios yang berada di kawasan padat bangunan. Kepulan asap dan kobaran api membangunkan warga sekitar yang kemudian berupaya meminta pertolongan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru menerima laporan dari warga dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Damkar Kota Pekanbaru, Duul Gammar, mengatakan petugas bergerak cepat begitu laporan masuk.

“Laporan kami terima pukul 03.38 WIB dari warga. Petugas langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Duul, dilansir Cakaplah.com.

Operasi pemadaman dipimpin oleh Komandan Peleton T. Afrizal Kadri bersama Peleton Yudha. Sebanyak tiga pos dikerahkan, yakni Pos 13 Cempaka, Pos 13.02, dan Pos 13.07, dengan total lima unit mobil pemadam kebakaran.

Hanya berselang empat menit, petugas tiba di lokasi pada pukul 03.44 WIB. Namun, saat itu api sudah terlanjur membesar dan menguasai hampir seluruh bangunan kios.

Petugas langsung melakukan upaya pemadaman, pelokalisiran api, serta pendinginan untuk mencegah kobaran merembet ke bangunan lain yang berdempetan.

Kios berukuran 5 x 15 meter persegi tersebut diketahui milik seorang warga bernama Jup dan disewa oleh Andrianto. Bangunan dilaporkan terbakar seluruhnya. Posisi kios yang diapit kios lain serta berbatasan langsung dengan rumah warga membuat proses pemadaman berlangsung penuh kewaspadaan.

Di tengah upaya pemadaman, petugas menemukan korban anak dalam kondisi tidak tertolong. Rayhan, yang masih berusia tujuh tahun, dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, Andrianto selaku penyewa kios mengalami luka bakar ringan dan mendapatkan penanganan.

“Dalam kejadian ini terdapat satu korban meninggal dunia, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun, serta satu korban luka bakar ringan,” kata Duul.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pihak terkait juga masih melakukan pendataan terhadap total kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Setelah api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai, seluruh unit Damkar kembali melanjutkan tugas ke lokasi kejadian lainnya.

Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya kebakaran yang dapat terjadi kapan saja, terlebih di kawasan padat bangunan, serta pentingnya kewaspadaan dan sistem keselamatan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.***

Terkini