Inhil, Catatanriau.com – Harga kelapa bulat di kabupaten Indragiri hilir alami penurunan yang cukup signifikan. Hingga memasuki Minggu ke-3 Januari tahun 2026 harga kelapa bulat jenis jambul ini terus menuju titik terendah.
Jika sebelumnya harga kelapa bulat ( jambul-red) di tingkat petani berada dikisaran Rp.4,600/kg, kini harga kelapa bulat tersebut bahkan sudah berada di angka Rp.3,900 rupiah.
"Hari ini harga kelapa bulat jambul turun lagi Rp.400,rupiah," kata Anik, Rabu, 21/01/2026.
Anik yang berprofesi sebagai petani kelapa tersebut mengatakan informasi mengenai penurunan harga kelapa itu ia ketahui dari agen penampung tempat biasa menghantar hasil panen miliknya.
"Semalam sudah turun Rp.200 rupiah, hari ni katanya turun lagi Rp.200 rupiah," jelasnya.
Hal senada turut di benarkan oleh salah satu agen penampung kelapa di wilayah kabupaten Indragiri hilir. Dia menyebut informasi penurunan harga kelapa berasal dari perusahaan rekanan yang menjadi mitra bisnis utama mereka.
"Info harga diberitahukan langsung oleh pihak perusahaan lewat pesan whatsapp," kata Agen Penampung.
Jika mengacu pada kurs rupiah terhadap dolar saat ini, kondisi mata uang rupiah berada di level Rp.16,922,20 per 1 Dolar Amerika. Padahal menurut mekanisme pasar, harga kelapa bulat semestinya turut alami kenaikan yang sama, sebab komoditas yang dihasilkan oleh para petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya merupakan produk ekspor yang telah tersegmentasi.
Peran pemerintah sangat dibutuhkan guna memastikan fluktuasi harga dapat terkontrol, agar keberlangsungan hidup para petani yang menggantungkan harapan di sektor ini memiliki kepastian, baik secara hukum maupun regulasi sesuai mekanisme, sebab komoditas kelapa bulat beserta turunannya merupakan produk utama penyumbang terbesar bagi devisa negara terutama bagi kabupaten Indragiri hilir sebagai penghasil terbesar utama kelapa bulat dunia.***