MoU Jembatan Cindur–Rantau Benuang Sakti, Dua Rokan Satukan Akses dan Harapan Warga

Senin, 19 Januari 2026 | 19:19:29 WIB

Rohul, Catatanriau.com – Senyum sumringah terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton, ST, MM, dan Bupati Rokan Hilir (Rohil) Bistamam, usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan jembatan penghubung di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APKASI di Kota Batam, Senin (19/1/2026). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting bagi konektivitas dua kabupaten yang selama ini terpisah oleh batas alam.

MoU tersebut mengatur komitmen bersama pembangunan jembatan penghubung di titik Cindur dan Rantau Benuang Sakti (RBS). Bagi masyarakat setempat, kesepakatan ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan jawaban atas harapan panjang para petani sawit, pedagang, hingga pelajar yang selama ini harus menempuh jalur sulit dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Selama bertahun-tahun, akses antara Rohul dan Rohil di wilayah tersebut menjadi kendala utama dalam pergerakan ekonomi dan sosial. Dengan adanya pembangunan jembatan ini, sekat geografis yang selama ini terasa seperti “dinding pemisah” diharapkan segera runtuh, membuka jalur baru bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Bupati Rokan Hulu Anton menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

"Ini bukan hanya soal struktur beton dan baja. Ini adalah urat nadi baru bagi perekonomian rakyat. Jika akses lancar, biaya angkut turun, maka kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Rohul dan Rohil akan meningkat," ujarnya.

Langkah strategis ini turut dikawal oleh jajaran teknis dari kedua daerah. Tampak Kepala Dinas PUPR Rohul Zulkifli, ST, dan Kepala Dinas PUPR Rohil Khairul Fahmi berdiskusi intens terkait perencanaan teknis agar proyek berjalan tepat waktu. Hadir pula Kadis Pertanian Rohul Fisman Hendri, Kabid IKP Diskominfo Rohul Dr. Rudi Fadrial, serta Kabag Protokol dari masing-masing daerah sebagai bentuk dukungan lintas sektor.

Usai penandatanganan, Anton kembali menegaskan pentingnya sinergi tanpa ego sektoral.

"Dengan jembatan ini, mobilitas barang dan jasa akan jauh lebih cepat. Ini adalah komitmen kami agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok desa," tegasnya.

Bagi warga Cindur dan Rantau Benuang Sakti, jembatan ini kelak akan menjadi simbol transformasi wilayah perbatasan menjadi koridor ekonomi yang hidup, memperpendek jarak, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat “Dua Rokan” menuju masa depan yang lebih terhubung.***

Terkini