Mayat Pria Ditemukan Terapung di Laut Dumai, Polisi Pastikan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:37:11 WIB

Dumai, Catatanriau.com – Warga dan aparat keamanan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang terapung di perairan laut Dumai, tepatnya di depan kawasan PT Sari Dumai Oleo (SDO), Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Sabtu (17/1/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama MHD. Haidir Ali (23), warga Jalan Simpang Salak RT 017 RW 007, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Identitas korban dipastikan pihak keluarga saat proses visum di RSUD Kota Dumai.

Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan sekitar pukul 02.00 WIB oleh para pemancing kepada petugas keamanan yang sedang berjaga di area PT SDO. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Salah seorang saksi, Munawir, anggota Polri yang sedang piket jaga, membenarkan adanya laporan tersebut. 

“Kami menerima informasi dari pemancing bahwa ada mayat yang terapung di laut, lalu segera dilakukan koordinasi untuk proses evakuasi,” ujarnya.

Jenazah selanjutnya dievakuasi dan pada pukul 10.45 WIB dibawa menggunakan mobil ambulans ke Kamar Jenazah RSUD Kota Dumai untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum oleh Tim Inafis Polres Dumai.

Berdasarkan hasil visum sementara yang dilakukan oleh dr. Akbar, Sp.F.M, diketahui jenazah berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 17–25 tahun, dengan kondisi pembusukan lanjut di seluruh tubuh. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Perkiraan waktu kematian diperkirakan telah berlangsung lebih dari 48 jam.

Namun demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, dan hanya menyetujui pemeriksaan luar.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, SH, MH, mengatakan bahwa seluruh proses evakuasi hingga visum telah dilakukan sesuai prosedur, dengan pengamanan ketat dari personel kepolisian.

“Kami telah melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Berdasarkan hasil visum sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga telah memastikan identitas korban dan menyatakan penolakan autopsi, yang dituangkan dalam berita acara resmi,” ujar Iptu Apriadi.

Ia menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah administrasi dan koordinasi lanjutan, termasuk pembuatan berita acara serah terima jenazah serta dokumentasi pernyataan keluarga.

“Kami menghormati keputusan keluarga, namun seluruh prosedur hukum tetap kami jalankan agar peristiwa ini jelas secara administrasi dan tidak menimbulkan spekulasi di kemudian hari,” tegasnya.

Selama proses evakuasi dan pemeriksaan di RSUD Kota Dumai, situasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan langsung oleh personel Polsek Sungai Sembilan.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan ketentuan dan adat yang berlaku.***

Terkini