Peringatan Hari Anti Korupsi, Aliansi BEM Se-Riau Serukan Kepatuhan dan Transparansi bagi Pemangku Jabatan di Kabupaten Kepulauan Meranti

Selasa, 09 Desember 2025 | 20:15:45 WIB

Meranti, Catatanriau.com — Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Koordinator Daerah (Korda) Kepulauan Meranrti Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Riau (Aliansi BEM Se-Riau) mengingatkan pentingnya integritas dan tanggung jawab moral bagi para pemangku jabatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Momentum ini harus menjadi refleksi bersama untuk menjauhkan pemerintahan dari penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi.

Koordinator BEM Se-Riau, Faizul, menegaskan bahwa Hari Anti Korupsi Sedunia bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum bagi pemangku jabatan untuk benar-benar berkomitmen menjalankan tugas tanpa penyimpangan dan tanpa menyalahgunakan aturan yang ada.

Faizul mengajak semua pihak untuk mengingat bahwa penyalahgunaan wewenang merupakan pintu masuk korupsi. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan akuntabilitas mutlak dibutuhkan.

Ia menggarisbawahi bahwa pelayanan publik di Meranti harus bersih: tidak boleh ada pungutan liar (pungli), gratifikasi, atau praktik tidak etis yang membebani masyarakat.

“Pemangku jabatan harus patuh terhadap aturan, transparan, dan siap diawasi. Pengawasan ketat bukan untuk menghambat, melainkan memastikan pemerintahan berjalan bersih dan akuntabel,” tegasnya.

Faizul juga menyerukan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk ikut memantau, mengawasi, dan melaporkan jika ada penyimpangan.

“Kami berharap pemangku jabatan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan mahasiswa untuk ikut mengawasi serta melaporkan apabila ada dugaan penyimpangan,” ujarnya.

Sebagai pengingat, kasus korupsi di Meranti pernah mencuat ketika Muhammad Adil, mantan Bupati Kepulauan Meranti, diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Faizul, pelajaran dari kasus tersebut harus menjadi peringatan tegas bagi semua pejabat di Meranti agar tidak pernah tergoda melakukan hal serupa.

Di akhir pernyataannya, Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik, bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi energi baru bagi kita semua. Mari bersama-sama mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat,” tutupnya.***

Laporan : Dwiki 

Terkini