Jakarta, Catatanriau.com — Dua kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tata Maulana dan Dani M. Nursalam, menjadi dua orang terakhir yang tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Gubernur Riau, Abdul Wahid.
Dari pantauan pewarta di lokasi, Tata Maulana tiba di Gedung KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 18.56 WIB. Ia tampak mengenakan kaus berwarna merah bata dipadu rompi hijau tentara.
Sebelumnya, Dani M. Nursalam yang diketahui menjabat sebagai Tenaga Ahli Gubernur Riau, sudah lebih dahulu hadir untuk menjalani pemeriksaan.
“Dengan demikian, total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah sepuluh orang,” ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Jakarta.
Budi menjelaskan, Tata Maulana merupakan orang kepercayaan Gubernur Riau, sementara Dani adalah Tenaga Ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025).
“Benar,” ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi.
Ia juga mengonfirmasi bahwa dalam operasi tersebut, Gubernur Riau Abdul Wahid turut diamankan bersama sejumlah pihak lain. Namun, Fitroh belum membeberkan lebih jauh mengenai peran maupun keterlibatan masing-masing pihak yang ditangkap.
“Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini, ada sekitar sepuluh orang yang diamankan dalam kegiatan tersebut,” tambah Budi Prasetyo menegaskan.***