PMII Siak Desak Pemerintah Cabut Izin PT SSL, Sebut Perusahaan Musuh Rakyat

Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:56:20 WIB

Siak Sri Indrapura, Catatanriau.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Siak mengeluarkan maklumat sikap keras terkait konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL). Dalam pernyataannya, PMII menegaskan bahwa perusahaan tersebut telah merampas hak rakyat, menghina simbol pemerintahan daerah, dan bersikap arogan dalam penyelesaian konflik.

Ketua PMII Kabupaten Siak, Riyan Azhari, mengatakan bahwa penghinaan terhadap langkah Bupati Siak dalam memfasilitasi penyelesaian konflik tidak hanya menyasar pribadi, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap marwah negeri, adat Melayu, dan masyarakat Siak secara keseluruhan.

“Bupati adalah simbol marwah negeri. Tidak boleh ada satu pun korporasi yang berdiri lebih tinggi dari pemerintahan daerah. PT SSL dengan segala arogansinya sudah menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati marwah negeri ini. Maka kami nyatakan: SSL adalah *musuh rakyat!*” tegas Riyan Azhari.

Dalam maklumat tersebut, PMII Siak menyampaikan enam poin sikap, di antaranya:

* Mendesak PT SSL meminta maaf secara terbuka dan secara adat kepada masyarakat Siak.
* Meminta Kementerian Kehutanan segera mencabut izin operasional PT SSL.
* Mengingatkan agar pencabutan izin tidak berhenti di atas kertas, tetapi diikuti dengan skema pengelolaan tanah untuk ekonomi rakyat.
* Menegaskan bahwa kerusakan hutan adalah kejahatan, perampasan tanah adalah pengkhianatan, dan pembiaran pemerintah adalah bentuk kezaliman.

PMII juga menyatakan dukungan terhadap langkah Bupati Siak melalui pembentukan tim fasilitasi penyelesaian konflik. Namun, mereka mengingatkan agar pemerintah daerah bersama rakyat menyiapkan skema transisi pasca pencabutan izin.

“Tanah yang dirampas harus kembali kepada rakyat dan dikelola melalui koperasi, usaha tani bersama, serta pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Jangan sampai konflik hanya berganti wajah,” tambah Riyan.

PMII menegaskan akan terus mengawal proses pencabutan izin PT SSL dan siap berdiri di garda terdepan bersama rakyat.

Maklumat itu ditutup dengan seruan perlawanan “Lawan Penindasan, Jaga Marwah Negeri Istana! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!.****

Laporan: Tiyna 

Terkini