Rohul, Catatanriau.com | Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Sosial menyelenggarakan acara sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang berlangsung di Hotel Sapadia, Pasir Pengaraian, Kamis (05/09/2024). Acara ini dihadiri oleh para kepala desa
PATBM adalah gerakan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hak anak. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta fungsi tim PATBM di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu.
Usai membuka acara sosialisasi, Pj. Kepala Dinas (Kadis) Sosial melalui Kepala Bidang (Kabid) Dinas Sosial, Pedra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mendukung optimalisasi tim PATBM di 145 desa/kelurahan di Rokan Hulu.
"Pada tanggal 17 Agustus yang lalu, Bupati telah mengeluarkan surat edaran yang meminta setiap desa dan kelurahan untuk memperbarui Surat Keputusan (SK) pembentukan tim PATBM. Hingga akhir Agustus 2024, sudah ada 85 desa/kelurahan yang memperbarui SK mereka," ujar Pedra.
Dalam sosialisasi ini, Pedra menjelaskan bahwa dari 50 desa/kelurahan yang telah memperbarui SK tim PATBM pada Agustus lalu, mereka diundang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi peran dan fungsi tim tersebut. Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, tim PATBM di setiap desa dan kelurahan dapat lebih berperan aktif dalam menekan angka kekerasan terhadap anak khususnya di Rokan Hulu.
"Alhamdulillah, tingkat antusiasme dari para kepala desa dan aparatur desa yang hadir sangat tinggi, dan kami berharap sosialisasi ini dapat diimplementasikan di setiap desa yang hadir," kata Pedra.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan dua narasumber dari Yayasan Intan Payung Riau, yaitu Matridi Umat dan Dra. Ridayati, M.Si, yang memberikan materi kepada para peserta mengenai pentingnya peran masyarakat dalam perlindungan anak.
Dengan meningkatnya pemahaman para peserta sosialisasi mengenai PATBM, bisa memberikan perlindungan terhadap anak di Kabupaten Rokan Hulu bisa semakin baik sehingga kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir.***
Laporan : E.S.Nst