Dumai, Catatanriau.com – Anggota DPRD Kota Dumai dari Fraksi Partai Demokrat, Idris, melaksanakan reses masa sidang tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Sungai Sembilan–Dumai Barat, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, kebutuhan air bersih hingga penyaluran bantuan sosial.
Reses berlangsung di dua lokasi. Titik pertama digelar pukul 10.00 WIB di kediaman M. Yani, RT 10 Kelurahan Lubuk Gaung. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB di rumah Asari, RT 07 Kelurahan Bangsal Aceh, Sukadamai.
Di Kelurahan Lubuk Gaung, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang selama ini belum mendapat perhatian. Salah satunya adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain itu, warga juga mengeluhkan sering terjadinya penurunan tegangan listrik atau yang mereka sebut sebagai "sepaning". Kondisi tersebut disebut kerap menyebabkan kerusakan peralatan elektronik rumah tangga seperti televisi dan lemari pendingin.
Warga juga berharap pemerintah dapat membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selama ini, sebagian masyarakat masih mengandalkan air parit di depan rumah untuk kebutuhan mandi hingga memasak.
"Jalan di lingkungan kami sudah banyak yang rusak dan sangat mengganggu aktivitas warga. Kami juga berharap ada solusi terhadap persoalan listrik yang sering turun tegangan serta pembangunan sumur bor agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih yang layak," ujar M. Yani mewakili aspirasi warga Lubuk Gaung.
Pada sesi reses di Kelurahan Bangsal Aceh, antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi. Aspirasi warga disampaikan oleh Kumar, tokoh masyarakat yang juga merupakan mantan Ketua RT selama empat periode.
Kumar menyampaikan bahwa masyarakat sangat berharap adanya perbaikan jembatan penghubung yang kondisinya sudah rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan jaringan listrik sepanjang sekitar 1.800 meter yang disebut menggunakan tiang nonstandar, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat.
Tak hanya itu, warga meminta perhatian terhadap pipa milik perusahaan Maridan sepanjang kurang lebih empat kilometer yang tertanam di badan jalan. Mereka juga mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan yang sudah tidak layak digunakan. Soal jaringan listrik juga perlu mendapat perhatian karena menggunakan tiang yang kami nilai tidak standar. Kemudian persoalan pipa di badan jalan dan penyaluran BLT juga kami harapkan dapat dievaluasi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," kata Kumar.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Dumai, Idris, menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangannya di DPRD dan akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi yang berwenang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan menyampaikan berbagai aspirasi. Semua usulan ini akan kami tampung dan kami perjuangkan melalui koordinasi dengan dinas maupun instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya," ujar Idris.
Ia menambahkan, kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
"Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke pemerintah. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan warga dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan," tutupnya.
Kegiatan reses berlangsung dengan tertib dan penuh dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat. Berbagai masukan yang dihimpun diharapkan menjadi bahan penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat Kota Dumai.***
