Sungai Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Batang Gansal Inhu, Jalan Lintas Nasional Lumpuh Total

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Batang Gansal Inhu, Jalan Lintas Nasional Lumpuh Total

Inhu, Catatanriau.com – Curah hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (14/12/2025), menyebabkan Sungai Akar dan Sungai Batang Gansal meluap. Akibatnya, banjir merendam sejumlah desa dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lapangan, banjir terjadi di beberapa desa, yakni Desa Seberida, Belimbing, Talang Lakat, dan Desa Sungai Akar. Dari wilayah yang berhasil dijangkau, kondisi terparah terpantau di Desa Sungai Akar. Air mulai naik sejak pagi hari dan terus menggenangi permukiman warga hingga siang.

Diperkirakan ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari selutut orang dewasa hingga mencapai sekitar satu meter di sejumlah titik. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga yang berada di lokasi lebih tinggi untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Salah seorang warga Desa Sungai Akar, Pak Ucok (54), mengatakan banjir kali ini datang cukup cepat dan membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang.

“Sejak subuh air sudah masuk ke rumah. Sungai meluap karena hujan semalaman tidak berhenti. Banyak perabot rumah tangga terendam, dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya kepada Catatanriau.com.

Tak hanya merendam permukiman, banjir juga berdampak serius pada akses transportasi. Jalan lintas nasional di sekitar Jembatan Sungai Akar, yang merupakan jalur penghubung antarprovinsi, lumpuh total. Air banjir menggenangi badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.

Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas terhenti total. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan memutar balik karena tidak memungkinkan menerobos genangan air yang cukup dalam dan berarus.

Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa telah mengambil langkah darurat untuk membantu warga terdampak banjir.

“Tadi di beberapa titik kami sudah membuat dapur umum. Bagi warga yang mengungsi bisa ke rumah keluarga, dan bagi yang ingin mengungsi ke kantor desa juga dipersilahkan. Kami juga telah menyiapkan Pustu untuk Posko Kesehatan sementara," ujarnya.

Terkait belum turunnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hulu ke lokasi banjir, Mustakim menjelaskan hal tersebut bukan karena tidak adanya perhatian, melainkan kendala administratif di lapangan.

“BPBD belum turun, mungkin karena saya belum sempat membuat laporan resmi. Dari pagi saya masih keliling membantu warga,” kata Mustakim.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi banjir mulai berangsur membaik. “Alhamdulillah, saat ini debit air sudah menurun,” tambahnya.

Pantauan pemberitaan difokuskan di Desa Sungai Akar karena wartawan tidak dapat mengakses desa-desa lain yang turut terdampak banjir. Jalan penghubung antar desa masih terendam dan macet total, sehingga wilayah tersebut sempat terisolasi oleh genangan air.

Warga berharap banjir segera surut sepenuhnya dan pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti laporan resmi dari pemerintah desa untuk penanganan lanjutan serta antisipasi agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index