Siak, Catatanriau.com - Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Koramil 04/Perawang. Pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, meskipun tidak ditemukan adanya proses pemadaman maupun pendinginan titik api, jajaran Koramil 04/Perawang tetap aktif melaksanakan patroli di wilayah rawan Karhutla.
Salah satu kegiatan patroli dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 04/Perawang, Serka Afrisl, di wilayah RT/RW 02/04 Kampung Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Patroli yang menyisir area dengan titik koordinat 0°42'25"N 101°32'38"E ini melibatkan sinergi antara TNI dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, Serka Afrisl bersama satu personel TNI lainnya dan dua warga setempat secara aktif melakukan pemantauan untuk mendeteksi dini potensi terjadinya Karhutla.
Dari hasil patroli yang dilaksanakan, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan dan respons cepat dari berbagai pihak dalam mengantisipasi Karhutla.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Afrisl menyampaikan pesan kepada masyarakat Kampung Maredan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Beliau menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi adanya kebakaran atau potensi terjadinya kebakaran.
"Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan patroli ini. Kewaspadaan dini dan kerjasama yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutla," ujar Serka Afrisl.
Lebih lanjut, Serka Afrisl mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama saat kondisi cuaca sedang kering dan berangin. Beliau juga mengingatkan tentang dampak buruk Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian masyarakat.
Kegiatan patroli Karhutla ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Koramil 04/Perawang dalam menjaga wilayahnya dari ancaman Karhutla. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin erat demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bencana Karhutla.***
