PT.Pindo Deli Serahkan Bantuan Meja Dan Kursi Belajar Untuk PDTA Nur Ikhsan Di Perawang

SIAK-TUALANG- Selasa,24/07/2018. PT. Pindo Deli Salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Pada Hari Selasa,(17/07/2018) Yang lalu Menyerahkan Bantuan Berupa Kursi Dan Meja Belajar Kepada Sekolah PDTA (Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Nur Ikhsan Yang Berada Di Kampung Bunut, Tualang.
Yang Mana Kursi Dan Meja Belajar ini dibuat dari Pemanfaatan Kayu-kayu Bekas yang sudah tidak terpakai Oleh perusahaan, Hingga Di sulap menjadi Mobiler Sekolah Yang Cantik, Hal ini disampaikan oleh Edward.P kepada CATATANRIAU.COM Selaku Perwakilan dari Pihak Manejemen PT.Pindo Deli Perawang.
"Disini kita Awalnya Memanfaatkan kayu bekas yang Tidak terpakai lagi yang ada di Perusahhan dan Akhirnya kita gunakan sebagai bahan baku untuk Shandy Furniture yang merupakan binaan CSR Pindo Deli, nah dari hasil Pemannfatan Kayu-kayu Bekas ini lah kita buat menjadi Kursi dan meja," Terang Edwar.
Dijelaskannya lagi Dengan di Sulapnya kayu-kayu Bekas itu menjadi Kursi dan meja belajar yang cantik, yang kualitasnya tentu saja tidak kalah dengan yang ada di pasaran Hingga Akhirnya PT.Pindo Deli dapat memberikan bantuan berupa meja belajar 24.pc dan kursi belajar 48.pc untuk PDTA Nur Ikhsan yang berada di Desa Pinang Sebatang Timur (pertiwi),Tualang.
"Selama ini kita lihat anak-anak belajar duduk di lantai, menggunakan meja yang bisa dikatakan tidak layak untuk digunakan untuk proses belajar Namun Sekarang Sudah tidak lagi," Tambahnya.
Dikatakannya Dengan adanya Bantuan ini tentunya pihaknya Berharap Anak-anak dapat Belajar dengan nyaman dalam menuntut ilmu, sebab Anak-anak merupakan Generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan.
"Kita sudah rencanakan bahwa bantuan seperti ini akan terus kita programkan untuk setiap sekolah-sekolah Yang ada di perawang ini khususnya yang tidak memiliki kursi yang hanya belajar menggunakan Meja pendek seperti di PDTA Nur Ikhsan ini lah mas." Tutup Edward.P kepada CATATANRIAU.COM Di Perawang.