Serius Wujudkan Asta Cita, Program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Meranti Kini Menjangkau 1.997 Siswa

Meranti, Catatanriau.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus berjalan dengan lancar dan mengalami perluasan jangkauan. Di bawah naungan Yayasan Tuah Karya Mandiri, program ini beroperasi melalui satu dapur utama yang berlokasi di Jl. Karya Utama, Kelurahan Selatpanjang Timur.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan status gizi anak-anak sekolah. Selain itu, MBG juga mendorong pemerataan akses makanan bergizi bagi siswa di berbagai sekolah sebagai bagian dari salah satu misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah ini.
Pada tahap awal, MBG di Kepulauan Meranti menyasar 1.745 siswa dari delapan sekolah dasar negeri di Kecamatan Tebing Tinggi. Namun, per 10 Maret 2025, program ini mengalami peningkatan dengan penambahan 252 porsi makanan serta penambahan satu sekolah baru, yakni SDN 9 Selatpanjang Timur. Dengan demikian, total penerima manfaat kini mencapai 1.997 siswa dari sembilan sekolah dasar negeri, dengan rincian sebagai berikut: SDN 1 Selatpanjang Kota: 415 siswa, SDN 2 Selatpanjang Kota: 484 siswa, SDN 003 Selatpanjang Timur: 172 siswa, SDN 10 Selatpanjang Timur: 263 siswa, SDN 13 Selatpanjang Kota: 135 siswa, SDN 15 Banglas: 112 siswa, SDN 20 Selatpanjang Timur: 106 siswa, SDN 24 Selatpanjang Kota: 61 siswa, SDN 9 Selatpanjang Timur: 249 siswa.
Selama bulan Ramadhan, program MBG tetap berlangsung dengan beberapa penyesuaian guna memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi. Menu makanan yang disiapkan terdiri dari makanan yang tahan lama, seperti roti atau biskuit, susu atau energen, telur rebus, kurma, dan buah-buahan.
Suryani, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, menjelaskan bahwa distribusi makanan selama Ramadhan dilakukan dengan pola yang telah disesuaikan.
“Kami memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup meskipun dalam kondisi berpuasa. Menu yang kami siapkan dipilih agar dapat bertahan lama dan tetap bernutrisi. Makanan dikemas dalam totebag dan didistribusikan ke sekolah sejak pagi. Siswa dapat membawanya pulang untuk dikonsumsi saat sahur atau berbuka,” ujar Suryani.
Lebih lanjut, Suryani menegaskan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari UMKM lokal, seperti penyediaan roti manis selama bulan Ramadhan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan program ini. Harapan kami, MBG dapat terus menjangkau lebih banyak anak-anak di Kepulauan Meranti sehingga mereka bisa mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh dan belajar dengan baik,” tutupnya.
Dengan semakin meluasnya cakupan program, diharapkan anak-anak di Kepulauan Meranti dapat terus memperoleh asupan makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal dan mendukung misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui program Makan Bergizi Gratis.***
Laporan : Dwiki