Ketua PK PMII Siak, Riyan Azhari : Menyoroti Proyek Jembatan Baru di Siak

Siak, Catatanriau.com – Proyek pembangunan jembatan baru yang akan menghubungkan Kampung Parit Baru, Belantik, Kecamatan Siak dan Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, mendapat sorotan tajam di tengah krisis keuangan daerah dan banyaknya infrastruktur yang terbengkalai. Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk Alfitra, yang mempertanyakan urgensi proyek ini, mengingat keberadaan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) yang sudah memadai.
“Di mana urgensinya? Apakah ada kajian yang mendukung pembangunan jembatan ini? Tanpa alasan yang kuat, proyek ini bisa menjadi mubazir dan lebih baik dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur yang lebih mendesak,” tutur Alfitra.
Ketua PMII Siak, Riyan Azhari, juga menambahkan, “Kami sangat prihatin dengan keputusan ini. Dalam kondisi keuangan daerah yang tidak sehat, proyek jembatan ini seharusnya dipikirkan kembali. Lebih baik dana tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan, pendidikan, dan jalan yang rusak, yang lebih mendesak dan langsung berdampak pada masyarakat.”
Riyan menegaskan bahwa Pemkab Siak harus lebih bijak dalam menggunakan anggaran daerah yang terbatas. “Dengan catatan kurang bayar sebesar Rp 331 miliar, kami mempertanyakan dari mana sumber dana untuk proyek ini. Kami tidak ingin proyek ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat di kemudian hari,” tegasnya.
Politikus dari Partai Demokrat juga mengingatkan bahwa setiap proyek yang diusulkan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi ambisi tertentu. “Pertanyaan besar bagi Pemkab Siak adalah: Apakah jembatan ini benar-benar kebutuhan masyarakat atau hanya proyek ambisius yang tidak memiliki urgensi?” tambah Riyan.
Dengan adanya kritik ini, PMII Siak berharap Pemkab Siak dapat mempertimbangkan kembali rencana pembangunan jembatan dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.***
Laporan : Tiyna