MENU TUTUP

FGD Bahas Dampak Sosial dan Solusi Penanganan Pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru

Rabu, 18 Desember 2024 | 20:49:25 WIB Dibaca : 264 Kali
FGD Bahas Dampak Sosial dan Solusi Penanganan Pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru

Pekanbaru, Catatanriau.com | Dalam upaya mencari solusi terhadap dampak sosial keberadaan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru, Forum Group Discussion (FGD) bertema Dampak Sosial Keberadaan Pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru dan Upaya Penanganannya diselenggarakan di Angkasa Garden Hotel. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dra. Rahma Ningsih, Sekretaris Dinsos Kota Pekanbaru, Hadi Sanjoyo, Plt. Kaban Kesbangpol Kota Pekanbaru, dan Nindya Devi Justisianawati, Pj Fungsional Muda Penggerak Swadaya Masyarakat Dinsos Kota Pekanbaru. Selain itu, 45 peserta dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) turut serta dalam diskusi.

Dra. Rahma Ningsih menjelaskan pentingnya langkah kolaboratif untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi yang muncul akibat keberadaan 847 pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru. "Ada fenomena di Kecamatan Bukit Raya, di mana pengungsi Rohingya mulai berinteraksi menggunakan Bahasa Indonesia. Perbedaan adat dan budaya dengan masyarakat lokal menjadi potensi gesekan sosial yang perlu ditangani secara serius," ujar Rahma. Ia menambahkan bahwa beberapa pengungsi sempat mengeluhkan fasilitas yang diterima, hingga menimbulkan konflik kecil dengan masyarakat sekitar.

Hadi Sanjoyo, narasumber utama, mengungkapkan bahwa pengungsi Rohingya mulai berdatangan ke Pekanbaru secara bertahap sejak 2022, baik melalui pemindahan resmi dari Provinsi Aceh maupun kedatangan ilegal. Saat ini, sebanyak 291 pengungsi berada di akomodasi resmi, sementara 556 lainnya tinggal di luar akomodasi, termasuk lahan kosong milik warga. Penanganan pengungsi ini melibatkan berbagai pihak, seperti International Organization for Migration (IOM), United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan sejumlah lembaga pemerintah.

Dalam rapat sebelumnya pada Mei dan November 2024, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah merekomendasikan penggunaan lahan aset Pemko Pekanbaru sebagai tempat penampungan pengungsi. Namun, diperlukan sosialisasi intensif kepada masyarakat sekitar untuk mencegah potensi konflik. Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga bertanggung jawab menetapkan tata tertib di lokasi penampungan serta menciptakan rasa aman melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

Nindya Devi Justisianawati menyoroti tantangan besar yang dihadapi, termasuk keterbatasan sumber daya, koordinasi antarinstansi, dan resistensi dari masyarakat lokal. "Keberadaan pengungsi ini memberikan dampak positif, seperti penguatan solidaritas sosial dan peluang kolaborasi internasional. Namun, dampak negatif juga muncul, seperti beban infrastruktur dan potensi ketegangan sosial jika integrasi pengungsi tidak berjalan dengan baik," katanya.

FGD ini menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional dalam menangani pengungsi Rohingya. Program pelatihan kerja dan pendidikan untuk pengungsi diusulkan sebagai solusi jangka panjang untuk mendukung kemandirian mereka. Dengan kolaborasi yang baik, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat solidaritas sosial di Kota Pekanbaru.***

 

Laporan : Jaya



Berita Terkait +

Andi Putra Terpilih secara Mufakat Sebagai Ketua Panitia Pemilihan Pengurus LAM Sungai Apit

Menuju Pemilu Damai 2024, Polres Pelalawan Gelar Silaturahmi Dengan 44 Paguyuban

Kadis PUPR Rohul Resmi Buka Acara Bimtek & USK Juru Ukur Kuantitas Bangunan Gedung

Sertu Ardhi Syam. Babinsa Kormail 03/Minas Bersama Masyarakat di Kampung Olak Patroli Karhutla & Lakukan Peninjauan Kanal

Program Gratis Penyetaraan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir

Tim Safari Ramadhan Sekda TS Hamzah Kunjungi Minas Barat

AMPUN RIAU Aksi Demonstrasi di Kajati Tuntut Jefri Noer dan Eva Yuliana Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pelda Syafri Serta Warga Binaannya & Tim Gabungan Patroli Di Buatan II Guna Antisipasi Karlahut

Polsek Minas Gelar Sosialisasi Pilkada Damai, Ajak Warga Minas Timur Aktif Berpartisipasi

Dukung Program Vaksinasi COVID-19, BINDA Riau Bergerak Di Empat Kabupaten

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Anggota Koramil 03/Minas Sukses Ikut Giat Pengamanan Lomba Takbiran Idul Fitri 1446 H di Minas

2

Adik-Beradik Squad Borong Hadiah Lomba Lampu Hias tahun 2025

3

Polsek Pangkalan Lesung Gelar Patroli Rumah Kosong Antisipasi C3 Pasca Mudik Lebaran

4

Kapolres Pelalawan Lepas 100 Pemudik ke Sumatra Utara, Berangkat dengan Penuh Kebahagiaan

5

Polres Pelalawan dan SPI Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

6

Kapolres Pelalawan Tinjau Pos Pam Lebaran 2025, Pastikan Keamanan dan Kelancaran Arus Mudik