MAPABA RAYA 2026 PMII UPP, Ruang Kaderisasi dan Pertumbuhan Kader Pergerakan Rohul

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:51:50 WIB

Rohul, Catatanriau.com — Gema pergerakan kembali menghidupkan Aula FKIP Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Pasir Pengaraian (PK PMII UPP) menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) RAYA Tahun 2026, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan kaderisasi fundamental tersebut digelar secara kolektif dengan melibatkan empat Rayon di lingkungan Komisariat PMII UPP. MAPABA RAYA juga diikuti peserta dari empat komisariat PMII yang ada di Kabupaten Rohul.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin secara bersama oleh para Ketua Rayon selaku Ketua Pelaksana. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat proses kaderisasi organisasi di lingkungan kampus.

MAPABA RAYA 2026 mengangkat tema “Berproses, Berorganisasi, dan Bertumbuh Bersama PMII.” Tema tersebut merefleksikan semangat kaderisasi PMII yang menempatkan organisasi sebagai ruang belajar, berproses, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan kepemimpinan mahasiswa.

Sejumlah tokoh pergerakan turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Di antaranya Anggota Kehormatan PMII Rohul, Ir. Fachruddin, S.T., M.T, Majelis Pembina Cabang (MABINCAB) PMII Rohul, Muhammad Akbar Hermawan, S.Pd, serta Majelis Pembina Komisariat (MABINRA) PK PMII UPP, Danang Maulana Muhammad, S.Pd.

Hadir pula Ketua IKA PMII UPP Nur Rohim, Ketua Pengurus Cabang PMII Rohul Endah Tuahta Ginting, Ketua KOPRI PC PMII Rohul Siti Mei Saroh bersama jajaran, Ketua Pelaksana dan jajaran Pengurus Komisariat, Pengurus KOPRI Komisariat, senior, alumni, serta seluruh peserta MAPABA RAYA 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi. Suasana kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PMII yang menggema di Aula FKIP UPP.

Dalam sambutannya, Anggota Kehormatan PMII Rohul, Ir. Fachruddin, S.T., M.T., menyampaikan pesan mengenai pentingnya proses dalam membentuk seorang kader dan calon pemimpin.

"PMII adalah tempat kita belajar tentang arti kesabaran dalam berproses. Tidak ada pemimpin yang lahir dalam semalam. Semua butuh proses, butuh organisasi, dan butuh kebersamaan untuk bertumbuh," ujar Fachruddin.

Menurut dia, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk memahami kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas, serta dinamika kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat MAPABA yang menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh PMII, nilai-nilai perjuangan organisasi, serta tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar pergerakan.

Sementara itu, MABINCAB PMII Rohul Muhammad Akbar Hermawan dan MABINRA PK PMII UPP Danang Maulana Muhammad menilai keterlibatan empat Rayon dalam pelaksanaan MAPABA RAYA menjadi gambaran adanya kerja kolektif dalam proses kaderisasi.

Kolaborasi antarrayon dinilai penting untuk menjaga soliditas sekaligus memastikan proses pengembangan kader berjalan secara berkelanjutan.

Ketua PC PMII Rohul, Endah Tuahta Ginting, turut memberikan apresiasi terhadap kerja bersama yang dilakukan panitia dan jajaran komisariat. Ia berharap MAPABA RAYA tidak berhenti pada proses penerimaan anggota baru, tetapi menjadi awal perjalanan kader dalam memahami nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Menurut Endah, kader yang lahir dari proses MAPABA diharapkan mampu berkembang menjadi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat serta memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam ruang-ruang sosial.

Sementara itu, Ketua KOPRI PC PMII Rohul, Siti Mei Saroh, menegaskan pentingnya ruang yang setara bagi kader putri untuk berkembang dan mengambil peran dalam organisasi.

Ia menyampaikan bahwa PMII dapat menjadi rumah bagi mahasiswa untuk menemukan jati diri sekaligus mengembangkan potensi melalui proses organisasi.

Siti juga mendorong kader putri agar tidak ragu mengambil peran dalam berbagai lini pergerakan, termasuk dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan organisasi.

Dalam MAPABA RAYA 2026, peserta mendapatkan sejumlah materi fundamental yang menjadi bekal awal dalam perjalanan kaderisasi. Materi tersebut antara lain Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), Ke-PMII-an, serta Ke-Indonesiaan.

Materi tersebut diberikan untuk memperkenalkan landasan nilai, sejarah, identitas, arah perjuangan, serta posisi kader PMII dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kaderisasi kemudian berlanjut dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga menjalani proses interaksi dan pengenalan terhadap tradisi organisasi serta nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari kehidupan kader PMII.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pembaiatan. Prosesi tersebut menjadi penanda diterimanya peserta sebagai anggota baru dan bagian dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

MAPABA RAYA 2026 berlangsung tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Bagi penyelenggara, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kaderisasi PMII di lingkungan perguruan tinggi dan Rokan Hulu.

Dari Aula FKIP UPP, MAPABA RAYA 2026 menjadi titik awal perjalanan para anggota baru untuk menjalani proses yang lebih panjang. Mereka didorong untuk terus belajar, berorganisasi, membangun solidaritas, serta mengembangkan kapasitas diri bersama PMII.

Semangat yang diusung melalui tema "Berproses, Berorganisasi, dan Bertumbuh Bersama PMII"  pun diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi menjadi nilai yang terus dibawa para kader dalam perjalanan akademik, organisasi, dan pengabdian di tengah masyarakat.***

Terkini