Milad ke-218 Syekh Abdul Wahab Rokan, Wabup Rohul: Teladan Ulama Harus Diwariskan

Rabu, 30 September 2026 | 21:33:28 WIB

Rohul, Catatanriau.com — Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti, menghadiri peringatan Milad ke- 218 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi yang dirangkai dengan penutupan suluk di Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Rabu (30/9/2026).

Syafaruddin Poti hadir didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu Helfiskar, Kepala Diskominfo Suharman, Kepala DPMPTSP Munandar, Kabag Kesra Saprizal AH, serta Camat Kepenuhan Gustia Hendri. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Madrasah Suluk, para murid, tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Syafaruddin mengatakan, peringatan Milad Syekh Abdul Wahab Rokan tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mengenang, mempelajari sekaligus meneruskan nilai-nilai keagamaan dan keteladanan yang diwariskan ulama besar asal Rokan Hulu tersebut.

"Ini bukan hanya tentang mengenang seorang ulama, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Syafaruddin.

Ia menilai pelaksanaan suluk dan Milad memberikan manfaat bagi jamaah, terutama dalam memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi serta meningkatkan pemahaman terhadap ajaran dan keteladanan Syekh Abdul Wahab Rokan.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya keluarga dan keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan dalam menjaga warisan sejarah serta perjuangan ulama yang memiliki pengaruh dalam perkembangan Islam dan tarekat Naqsabandiyah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, kata Syafaruddin, momentum tersebut juga berkaitan dengan upaya pelestarian sejarah, budaya dan pengembangan wisata religi di Rantau Binuang Sakti.

"Rantau Binuang Sakti memiliki sejarah dan nilai religi yang sangat besar. Pemerintah tentu berkepentingan untuk menjaga, merawat dan mengembangkan kawasan ini dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan kesakralannya," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Rokan Hulu telah meninjau kawasan Wisata Religi Rantau Binuang Sakti. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, akses kawasan, kebersihan serta kenyamanan jamaah dan peziarah.

Syafaruddin berharap semangat yang lahir dari pelaksanaan Milad dan suluk dapat terus dipertahankan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan antara jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, masyarakat, tokoh agama dan pemerintah.

"Harapan kita, kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, masyarakat sekitar dan pemerintah. Yang paling penting, nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus menjadi teladan bagi generasi kita," pungkasnya.

Puncak Milad ke-218 sekaligus penutupan suluk berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan warisan keagamaan dan sejarah Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan di Rokan Hulu.***

Terkini