PWI Riau Serukan Pers Tetap Berkualitas di Tengah Banjir Informasi dan Kejaran Konten Viral

Senin, 14 September 2026 | 19:46:47 WIB
Ketua PWI Riau H. Raja Isyam Azwar

PEKANBARU, CATATANRIAU.COM — Dunia pers terus mengalami dinamika signifikan seiring pesatnya perkembangan internet dan media sosial. Kehadiran berbagai platform digital membuat pers arus utama menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan perilaku pembaca hingga tekanan ekonomi. Kondisi tersebut menuntut media arus utama terus berinovasi agar tetap bertahan (survive) sekaligus mempertahankan kualitas dan kredibilitas jurnalistik.

Dinamika serupa juga terjadi di Provinsi Riau. Pertumbuhan media berbasis internet dan media sosial berlangsung sangat pesat, sementara pendapatan dari iklan, advertorial maupun sumber pendapatan tradisional media semakin terbatas. Secara kuantitatif jumlah media terus bertambah, namun secara kualitatif masih menghadapi tantangan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang kuat, mendalam, akurat dan memiliki nilai bagi publik.

Melihat kondisi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan menggelar diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” di Pekanbaru, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengumuman dan pemberian hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026, yang didukung penuh oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Diskusi menghadirkan dua pembicara, yakni Erwin Ardian, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, dan akademisi FISIPOL Universitas Riau, Suyanto, S.Sos., M.Sc., Ph.D. Keduanya akan membedah berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi industri pers, khususnya di Riau, dengan dipandu langsung oleh Ketua PWI Riau H. Raja Isyam Azwar.

Raja Isyam mengatakan, diskusi sengaja digelar bersamaan dengan penganugerahan LKTJ Ali Kelana PWI Riau karena keduanya memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pers dan karya jurnalistik. “Diskusi ini penting untuk membedah tantangan pers Riau ke depan, termasuk kaitannya dengan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan,” kata Raja Isyam, didampingi Sekretaris PWI Riau N. Doni Dwi Putra dan sejumlah pengurus PWI Riau, Senin (14/9/2026).

Menurut Raja, forum tersebut akan membahas secara komprehensif berbagai persoalan yang dihadapi pers serta mencari solusi agar pers Riau maupun Indonesia secara umum tetap mampu bertahan dan memainkan peran penting di tengah masyarakat. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah derasnya arus informasi media sosial yang terkadang mengedepankan kecepatan dan viralitas tanpa melalui proses konfirmasi serta verifikasi yang memadai.

“Nah, diskusi nanti akan membahas hal itu. Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa verifikasi dan akurasi yang ketat?” ujar Raja Isyam, mempertanyakan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital.

Sementara itu, Raja menjelaskan LKTJ Ali Kelana 2026 telah dibuka sejak Juli hingga 15 Agustus 2026. Lomba tahunan tersebut menjadi salah satu ajang jurnalistik bergengsi bagi anggota PWI Riau yang kini berjumlah lebih dari 1.000 orang. Tahun ini, total hadiah yang disediakan mencapai Rp10 juta, dengan pemenang utama memperoleh trofi bergilir dan uang Rp7,5 juta, sementara lima nominator masing-masing mendapatkan Rp500 ribu. Penilaian dilakukan tiga juri, yakni Raja Isyam Azwar, Hary B. Koriun dan Muhammad Amin. PWI Riau juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah mendukung penuh rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kualitas karya jurnalistik di Riau.***

Terkini