Karhutla di Pangkalan Kerinci: Api Padam, Asap Masih Mengepul, Polisi Hadapi Kendala Minim Sumber Air

Selasa, 08 September 2026 | 16:44:49 WIB
Tak Terdeteksi Dashboard Lancang Kuning, Karhutla 2 Hektare di Pangkalan Kerinci Langsung Ditangani Polisi, Senin 7 September 2026

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM, :— Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Pelalawan. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H., melaporkan kegiatan pemadaman karhutla yang ditemukan di lokasi yang tidak termonitor dalam aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK), Selasa (8/9/2026).

Pemadaman tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait adanya titik kebakaran di Jalan Lingkar, Gang Pemuda, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton turun langsung memimpin personel ke lokasi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0.398373, 101.887132. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut milik masyarakat dengan luas diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian serius karena api yang terlihat di permukaan berpotensi menyisakan bara dan asap di dalam lapisan gambut.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi Kasat Samapta Polres Pelalawan AKP Osben Samosir, S.H. Sebanyak 15 personel Polri bersama 10 orang masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api. Petugas bergerak melakukan pemadaman terutama pada bagian batas kebun masyarakat guna mencegah api kembali menjalar ke area lainnya.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan satu unit mesin mini striker dan lima gulung selang. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pembuatan embung dengan menggunakan alat berat sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan kobaran api. Kondisi terakhir di lokasi menunjukkan api telah padam, namun masih menyisakan asap. Petugas tetap melakukan mitigasi dan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api atau bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran, khususnya mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan panas.

Selain melakukan pemadaman di batas kebun masyarakat, jajaran Polsek Pangkalan Kerinci juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pelalawan terkait rencana lanjutan untuk proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi munculnya kembali titik api dan memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi karhutla susulan.

Lokasi karhutla berjarak sekitar 6 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci dan dapat ditempuh melalui jalur darat. Penanganan cepat berdasarkan laporan masyarakat ini sekaligus menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap indikasi kebakaran sejak dini, sehingga potensi meluasnya karhutla dapat segera dicegah.****

Terkini