KAMPAR (CR) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah asal Desa Bencah Kelubi, Kabupaten Kampar. Rafi Noer Ikhsan, mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, berhasil meraih dua penghargaan dalam lomba esai nasional yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Dalam ajang yang berlangsung pada 29 Agustus 2026 tersebut, Rafi berhasil membawa pulang Bronze Medal dan Silver Medal melalui karya esai berjudul “Digitalisasi Warisan Budaya Kampar sebagai Strategi Pelestarian dan Promosi Global.”
Karya tersebut mengangkat kekayaan budaya Kampar sekaligus menawarkan gagasan mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana untuk melestarikan, memperkenalkan, dan mempromosikan warisan budaya lokal agar dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat global.
Bagi Rafi, pencapaian tersebut bukan sekadar soal medali. Prestasi itu menjadi pembuktian bahwa keterbatasan latar belakang sebagai anak desa bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi.
“Saya anak Desa Bencah Kelubi. Saya ingin membuktikan bahwa setiap anak desa juga punya impian, punya kesempatan, dan mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan suatu saat nanti di tingkat internasional,” ujar Rafi.
Berkat Dukungan Keluarga dan Pemerintah Desa
Rafi mengaku pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga serta Pemerintah Desa Bencah Kelubi. Dukungan yang diberikan, baik secara materi maupun nonmateri, menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya berani mengikuti kompetisi hingga mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional.
“Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan Pemerintah Desa Bencah Kelubi yang telah mendukung dan memberikan support kepada saya. Dukungan tersebut menjadi salah satu kekuatan bagi saya untuk berani melangkah dan bersaing di kancah nasional,” katanya.
Dukungan terhadap prestasi generasi muda tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Bencah Kelubi, Nawawi Abdullah.
Nawawi mengatakan, Pemerintah Desa Bencah Kelubi akan terus memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan positif yang dilakukan generasi muda, terlebih kegiatan yang mampu membawa nama desa hingga ke tingkat nasional.
“Kami dari Pemerintah Desa Bencah Kelubi sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Rafi. Kegiatan seperti ini tentu sangat baik dan perlu kita dukung, apalagi sudah membawa nama Desa Bencah Kelubi sampai ke kancah nasional,” ujar Nawawi.
Ia berharap pencapaian Rafi dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Desa Bencah Kelubi untuk terus belajar, berkarya, dan berani mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi,” sambungnya.
Menurut Nawawi, keberhasilan seorang anak muda di tingkat nasional bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat desa.
Karena itu, dukungan terhadap generasi muda dinilai penting untuk mendorong lahirnya anak-anak desa yang memiliki semangat untuk berkembang serta mampu membawa nama baik daerah.
Berharap Muncul Rafi-Rafi Berikutnya
Rafi pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bencah Kelubi atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepadanya.
Ia berharap semakin banyak anak muda dari desa yang berani bermimpi dan mencoba berbagai peluang untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Desa Bencah Kelubi yang telah memberikan dukungan kepada saya. Saya berharap ke depannya semakin banyak anak-anak muda dari desa yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani membawa nama Bencah Kelubi ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Menurut Rafi, prestasi yang diraihnya juga menjadi pesan bagi para pemuda di Kampar bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan.
Anak-anak yang berasal dari desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing, selama memiliki kemauan belajar, keberanian mencoba, kerja keras, serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.
“Semoga pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh pemuda Kampar untuk terus berkarya. Jangan merasa kecil hanya karena kita berasal dari desa. Karena desa bukan batas untuk bermimpi,” tegas Rafi.
Prestasi Rafi Noer Ikhsan menjadi bukti bahwa semangat dan karya anak desa mampu menembus panggung nasional.
Dari Desa Bencah Kelubi, Rafi membawa nama Kampar ke Yogyakarta melalui sebuah karya yang mengangkat potensi budaya daerah.
Rafi Noer Ikhsan – UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Bronze Medal & Silver Medal – Lomba Esai Nasional
Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta – 29 Agustus 2026.
Laporan : Mutia