Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Patroli Udara Karhutla di Pelalawan, Pastikan Penanganan Cepat di Kerumutan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:18:31 WIB

PELALAWAN, CATATANRIAU.COM –
Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. serta Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal melaksanakan patroli udara untuk memantau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Kamis (20/8/2026). Patroli ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus memastikan seluruh unsur penanganan bekerja secara maksimal di lapangan.

Patroli udara menyisir sejumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokus utama penanganan Karhutla di Riau. Dari ketinggian, rombongan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sebaran kebakaran, kondisi vegetasi, serta area yang membutuhkan penanganan segera.

Usai melakukan pemantauan dari udara, Kapolda Riau bersama Pangdam dan Kalaksa BPBD langsung turun ke lokasi kebakaran di Kecamatan Kerumutan untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif. Kehadiran para pimpinan di lapangan menjadi bentuk dukungan moril sekaligus memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal dalam menghadapi bencana Karhutla.

Di lokasi, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K. bersama jajaran Pejabat Utama Polres Pelalawan. Turut hadir Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., didampingi kepala dinas terkait, Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso, personel Kodim, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta unsur perusahaan dan relawan yang bahu-membahu melakukan penyemprotan, pembasahan, dan pendinginan di area yang terbakar.

Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama dalam mengendalikan Karhutla. "Dari udara kita melihat sebaran titik api, tapi yang paling penting adalah tindakan cepat di darat. Begitu terdeteksi ada api, kita harus segera datang, cepat memadamkan, dan memastikan api tidak kembali menyala. Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama, tidak bisa ditangani sendiri-sendiri," tegasnya.

Senada dengan itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, tidak ada sekat antara TNI, Polri, pemerintah daerah maupun instansi lainnya saat bertugas di lapangan. "Personel kita berada di garis depan menghadapi panas dan asap. Kehadiran pimpinan di lokasi bertujuan memastikan seluruh dukungan tersedia hingga api benar-benar berhasil dipadamkan," ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal menjelaskan bahwa patroli udara memiliki peran penting dalam menentukan prioritas penanganan. Dengan pemetaan titik api secara akurat, tim darat dapat bergerak lebih cepat melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga potensi kebakaran meluas maupun munculnya titik api baru dapat diminimalkan.

Polda Riau bersama Polres Pelalawan, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, deteksi dini hotspot, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan angka Karhutla di Riau sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem bagi generasi mendatang.***

Terkini