Dumai, Catatanriau.com — Pemuda pesisir yang lahir dan besar di Kota Dumai, Dhery Perdana Nugraha, menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai pemberitaan mengenai persoalan narkoba dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjadi di wilayah Dumai.
Menurut Dhery, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum dan instansi terkait. Namun, ia meminta agar berbagai kasus yang terjadi tidak kemudian membentuk stigma bahwa Dumai merupakan daerah yang identik dengan narkoba, TPPO, maupun kejahatan lainnya.
“Saya lahir dan besar di Dumai. Saya sangat peduli dengan daerah ini. Kalau memang ada persoalan narkoba dan TPPO, tentu harus kita lawan bersama. Tetapi jangan sampai karena adanya kasus-kasus tersebut kemudian seluruh wajah Dumai dibingkai negatif,” ujar Dhery.
Ia menilai posisi geografis Dumai sebagai kota pesisir dan daerah yang memiliki aktivitas pelabuhan serta jalur perdagangan strategis memang menghadirkan tantangan tersendiri dalam aspek pengawasan.
Karena itu, menurutnya, pengawasan dan penegakan hukum harus dilakukan secara lebih maksimal, sistematis, dan berkelanjutan.
“Saya kira yang harus bekerja maksimal adalah aparat penegak hukum dan seluruh instansi yang memang memiliki kewenangan. Kalau ada jaringan narkoba atau TPPO, bongkar sampai ke jaringan dan aktor di belakangnya. Jangan hanya berhenti pada pelaku di lapangan,” tegasnya.
Dhery juga meminta agar apabila ditemukan adanya oknum yang terlibat atau terbukti memberikan ruang terhadap aktivitas kejahatan tersebut, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau ada oknum yang terlibat, tindak sesuai hukum. Kalau ada kelalaian dalam pengawasan, evaluasi. Jangan sampai masyarakat terus diminta waspada, tetapi sistem pengawasannya sendiri tidak diperkuat,” katanya.
Jangan Bangun Stigma terhadap Dumai
Lebih lanjut, Dhery mengingatkan bahwa Dumai memiliki banyak sisi positif yang juga harus mendapatkan perhatian publik.
Menurutnya, di tengah berbagai persoalan yang ada, terdapat banyak masyarakat dan anak muda Dumai yang terus bekerja, belajar, berwirausaha, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi daerah.
“Dumai bukan hanya tentang narkoba, bukan hanya tentang TPPO, dan bukan hanya tentang berita negatif. Ada banyak anak muda yang berprestasi dan masyarakat yang bekerja keras membangun daerah. Itu juga harus kita lihat,” ungkapnya.
Ia meminta media tetap kritis dalam memberitakan berbagai persoalan di Dumai, tetapi tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan berdasarkan fakta.
“Saya tidak pernah meminta persoalan ditutup-tutupi. Justru kalau ada masalah, ungkap. Tetapi beritakan berdasarkan fakta dan secara proporsional. Jangan sampai satu persoalan kemudian membentuk stigma terhadap seluruh daerah dan masyarakatnya,” lanjut Dhery.
Pemuda Harus Menjadi Bagian dari Solusi
Sebagai pemuda pesisir, Dhery juga mengajak generasi muda Dumai untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam membantu menciptakan lingkungan yang sehat, memberikan edukasi kepada masyarakat, mencegah penyalahgunaan narkoba, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya TPPO, serta menjadi mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum.
Namun demikian, ia mengingatkan agar keterlibatan pemuda tetap dilakukan berdasarkan data, fakta, dan aturan hukum.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari solusi. Tetapi jangan pula membuat tuduhan tanpa dasar. Kalau menemukan indikasi persoalan, sampaikan melalui mekanisme yang benar dan kepada pihak yang memiliki kewenangan,” jelasnya.
Dumai Harus Dikenal karena Potensinya
Dhery berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan seluruh stakeholder dapat memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan strategis.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memperbanyak program pembinaan dan pemberdayaan pemuda agar generasi muda Dumai memiliki ruang untuk berkembang.
“Jangan hanya membangun kota secara fisik, tetapi bangun juga manusianya. Berikan anak muda ruang, pendidikan, pelatihan, kesempatan usaha dan kesempatan untuk berkarya,” tuturnya.
Menurut Dhery, persoalan keamanan dan sosial harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia.
“Saya ingin Dumai dikenal bukan karena narkoba atau TPPO. Saya ingin Dumai dikenal sebagai kota pesisir yang maju, aman, produktif, dan memiliki anak muda yang berkemampuan,” tegasnya.
“Mencintai Dumai Bukan Berarti Menutup Mata”
Menutup pernyataannya, Dhery menegaskan bahwa kritik terhadap persoalan di daerah merupakan bagian dari kepedulian, bukan bentuk kebencian terhadap daerah sendiri.
“Saya lahir dan besar di Dumai. Kalau ada masalah, kita harus berani bicara. Kalau ada kekurangan, kita dorong untuk diperbaiki. Kalau aparat belum maksimal, kita ingatkan. Kalau ada prestasi, kita apresiasi,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nama baik dan masa depan Dumai.
“Mencintai Dumai bukan berarti kita menutup mata terhadap persoalan. Mencintai Dumai berarti kita berani mengakui masalahnya, mendorong penegakan hukum, dan ikut membangun solusinya,” pungkas Dhery.***
Dhery Perdana Nugraha
Pemuda Pesisir Dumai