Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Dibentangkan di Kuala Selat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:52:41 WIB

Inhil, Catatanriau.com – Upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, Polri, TNI, dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang digelar di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (15/8/2026).

Di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan ancaman kerusakan lingkungan tersebut, ribuan bibit mangrove ditanam sebagai bagian dari langkah pemulihan ekosistem sekaligus upaya memperkuat perlindungan alami bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung.

Turut hadir perwakilan Pelaksana Tugas Gubernur Riau Job Kurniawan, A.P., M.Si., Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Supartono, S.Hut., M.P., dan Sekretaris Pribadi Menteri Lingkungan Hidup Sri Ambar Kusumawati.

Dari jajaran Polda Riau, hadir Kepala Biro Operasi Kombes Pol Ino Harianto, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kombes Pol Harissandi, Komandan Satuan Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Akmadi, serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan.

Sementara dari unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, tampak Bupati Inhil H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, S.T., M.Si., Dandim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Inhil Sugito, serta Kepala Desa Kuala Selat Nurjaya, S.Pd.

Kegiatan tersebut juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Kuala Selat.

Pemulihan 1.500 Hektare

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, penanaman mangrove di kawasan seluas sekitar 1.500 hektare merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pemulihan lingkungan.

Menurutnya, program tersebut akan terus didorong agar memberikan dampak nyata terhadap ekosistem pesisir sekaligus kehidupan masyarakat.

“Saya berkomitmen agar nantinya dapat ditambah lagi sebagai upaya pemulihan lingkungan di wilayah Kuala Selat,” ujar Jumhur.

Tak hanya berorientasi pada lingkungan, program pemulihan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui konsep green jobs atau lapangan pekerjaan hijau.

Jumhur menjelaskan, masyarakat nantinya dapat terlibat mulai dari proses penanaman hingga perawatan bibit mangrove. Program tersebut diproyeksikan berjalan secara berkelanjutan hingga tanaman tumbuh kokoh.

“Dalam pemulihan ini akan tersedia pekerjaan bagi para pekerja hijau, mulai dari menanam bibit hingga merawatnya, dan itu dianggarkan. Setidaknya membutuhkan waktu tiga tahun sampai bibit mangrove tersebut tumbuh kokoh,” katanya.

Polri Hadir di Pesisir

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Herry, kehadiran Polri di wilayah pesisir tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ekspedisi ini, Polri hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan, khususnya kawasan yang terdampak kerusakan,” kata Herry.

Perempuan Didorong Jadi Pekerja Hijau

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam upaya pemulihan lingkungan.

Ia menilai perempuan tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam program-program lingkungan, termasuk sebagai pekerja hijau.

“Perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku. Kita perlu memikirkan bersama status dan perlindungan mereka karena bukan tidak mungkin pekerja hijaunya adalah perempuan yang juga menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Veronica.

Mangrove sebagai Benteng Alami

Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung turut mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di kawasan pulau-pulau terluar.

Menurutnya, pemulihan lingkungan pesisir memiliki arti penting, bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga memperkuat keberadaan masyarakat dan wilayah terluar Indonesia.

Rocky mengibaratkan mangrove sebagai benteng alami yang disediakan oleh alam untuk melindungi wilayah pesisir.

“Alam telah menyediakan tentaranya sendiri, namanya mangrove. Kaki-kaki mangrove lebih kuat daripada kaki-kaki tentara. Kita ingin keamanan dijaga oleh tentara sekaligus diperkuat oleh pulau-pulau terluar,” tutur Rocky.

3.600 Mangrove Ditanam

Sementara itu, Kepala Desa Kuala Selat Nurjaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah serta Polda Riau terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, perhatian tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak abrasi, termasuk kawasan perkebunan milik warga yang mengalami kerusakan.

Dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi tersebut, sebanyak 3.600 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Desa Kuala Selat.

Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan penyerahan 750 paket sembako dan 10 unit mesin ketinting kepada nelayan, dialog bersama masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial dan lingkungan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi persoalan lingkungan di kawasan pesisir.

Dengan penanaman ribuan mangrove dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan, Ekspedisi Merah Putih Presisi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata untuk memulihkan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat Desa Kuala Selat menghadapi ancaman abrasi.

Dari tepian negeri itu, ribuan mangrove diharapkan tumbuh menjadi benteng hijau yang menjaga pesisir, sekaligus menjadi simbol hadirnya negara bagi masyarakat yang hidup di wilayah terluar.***

Terkini