PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:—
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penurunan kualitas air Sungai Kampar di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah warga di sekitar aliran sungai dilaporkan mengalami diare, muntaber, dan gatal-gatal, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Pengambilan sampel air Sungai Kampar dilakukan oleh Tim DLH Kabupaten Pelalawan pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan serta Sekretaris Desa Sungai Ara sebagai bentuk transparansi dalam proses pemeriksaan kualitas air.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra, ST., M.Si., pada Kamis (30/7/2026) menjelaskan bahwa tim telah mengambil dua sampel air dari Sungai Kampar untuk dilakukan pengujian secara menyeluruh di laboratorium. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi air sungai.
"Ya, ada dua sampel air Sungai Kampar yang diambil oleh Tim DLH Pelalawan. Turut menyaksikan tim dari Dinas Kesehatan dan Sekdes Sungai Ara. Dua sampel tersebut langsung diantar Laboratorium swasta PT Mutuagung Lestari (MUTU International) di Pekanbaru berlokasi di Jl. Arifin Ahmad No. 109B, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. ," ujar Eko Novitra.
Menurut Eko, pemeriksaan laboratorium bertujuan mengetahui apakah kualitas air Sungai Kampar masih memenuhi baku mutu lingkungan atau terdapat indikasi pencemaran. Hasil pengujian akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan apabila ditemukan penyimpangan terhadap standar kualitas air.
Ia menambahkan, proses analisis laboratorium membutuhkan waktu karena harus melalui berbagai tahapan pengujian. Hasil uji laboratorium diperkirakan dapat diketahui paling cepat dalam 15 hari kerja dan paling lama 30 hari atau sekitar satu bulan sejak sampel diterima oleh laboratorium.
DLH Kabupaten Pelalawan menegaskan komitmennya untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Pengambilan sampel air ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi Sungai Kampar tetap aman serta menjaga kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air sungai dalam aktivitas sehari-hari.
Eko Novitra mengimbau masyarakat agar bersabar menunggu hasil resmi dari laboratorium. "Hasilnya kita tunggu saja, apakah kualitasnya sesuai baku mutu atau tidak. Terkait penyakit seperti diare, muntaber maupun gatal-gatal yang dialami warga tentu menjadi ranah Dinas Kesehatan," tutupnya. Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kepastian sekaligus menjadi dasar penanganan yang tepat bagi masyarakat dan lingkungan.****