JAKARTA – Gabungan Kelompok Tani Hutan Manunggal Jaya (Gapoktan HMJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mengelola lahan perkebunan sawit eks PT Sinar Sawit Sejahtera (SSS) yang telah disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Sebagai bentuk tanggung jawab atas pengelolaan lahan tersebut, Gapoktan HMJ menyetorkan hasil produksi tandan buah segar (TBS) sawit kepada negara melalui PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Penyetoran hasil panen tersebut merupakan bagian dari kewajiban pengelola dalam mendukung tata kelola aset negara yang kini berada di bawah pengawasan Satgas PKH. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan kebun eks PT SSS berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketua Gapoktan HMJ, Atan, mengatakan bahwa penyetoran hasil panen akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sesuai dengan produksi TBS yang dihasilkan dari areal kebun eks PT SSS.
"Setelah penyetoran perdana ini, kami akan terus melaksanakan kewajiban setiap bulan dengan menyetorkan hasil panen sesuai data produksi yang ada. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengelola kebun yang telah dipercayakan kepada Gapoktan HMJ," ujar Atan.
Ia menegaskan, seluruh areal yang sebelumnya merupakan bagian dari PT Sinar Sawit Sejahtera kini berada dalam penguasaan pengelolaan Gapoktan HMJ sesuai penugasan yang diberikan pasca penyitaan oleh Satgas PKH pada tahun 2025.
Menurutnya, hingga saat ini Gapoktan HMJ telah menguasai sejumlah titik lokasi atau ilok eks PT SSS, di antaranya kawasan Kebun Acin, PT Surya Dumai Agrindo (SDA), Gatot, Manto, hingga Damanik.
"Dalam waktu dekat kami akan segera memulai produksi di seluruh areal tersebut agar pengelolaannya berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar," katanya.
Atan juga menegaskan bahwa tidak ada dasar bagi pihak lain untuk mengklaim ataupun melakukan aktivitas pengelolaan di atas lahan eks PT SSS yang telah menjadi objek penertiban Satgas PKH.
"Status pengelolaannya sudah jelas. Karena itu kami mengimbau semua pihak untuk menghormati proses yang telah ditetapkan pemerintah sehingga tidak menimbulkan persoalan di lapangan," tegasnya.
Lebih lanjut, Atan mengajak seluruh anggota Gapoktan HMJ agar tetap menjaga kekompakan dan soliditas organisasi dalam menjalankan amanah pengelolaan lahan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan aset negara tidak hanya bergantung pada produksi yang dihasilkan, tetapi juga pada persatuan seluruh anggota dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
"Sebagai pengurus, kami akan selalu berpihak kepada kepentingan anggota dan masyarakat. Kami berharap seluruh anggota tetap kompak sehingga pengelolaan kebun ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung penerimaan negara melalui hasil produksi yang disetorkan secara berkala," pungkas Atan.***
Laporan : Jaya