Pria Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pelalawan, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 05 Juli 2026 | 19:32:45 WIB

Pelalawan, Catatanriau.com – Seorang pria bernama Rusli (55) ditemukan meninggal dunia di areal kebun kelapa sawit Asong, Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (5/7/2026). Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah membusuk dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelumnya.

Informasi penemuan jasad diterima aparat kepolisian sekitar pukul 09.30 WIB dari masyarakat dan Bhabinkamtibmas Desa Terbangiang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Bunut AKP Markus Timbul Sinaga, S.H., M.H. memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Andrinaldi, S.H. bersama personel piket Reskrim dan anggota Polsek Bunut untuk segera menuju lokasi guna melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Bunut AKP Markus Timbul Sinaga menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang buruh tani bernama Dariyanto (52) yang saat itu hendak memanen sawit sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saksi melihat sesosok laki-laki dalam posisi telentang di bawah pohon sawit. Dari lokasi juga sudah tercium aroma tidak sedap. Penemuan itu kemudian diberitahukan kepada rekan kerjanya, Budi Prianto, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," ujar AKP Markus.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Bunut langsung mengamankan lokasi kejadian. Sekitar pukul 12.00 WIB, Tim Identifikasi (Inafis) Polres Pelalawan tiba di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Korban diketahui bernama Rusli, 55 tahun, seorang petani yang berdomisili di Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jasad yang telah membusuk. Lebam mayat juga terlihat pada sejumlah bagian tubuh, sementara korban ditemukan dalam posisi telentang di areal kebun sawit.

Dari hasil penyelidikan sementara, pihak keluarga menyampaikan bahwa korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Kamis (2/7/2026) setelah terjadi perselisihan dengan istrinya terkait persoalan keluarga.

Selain itu, keluarga juga mengungkapkan bahwa korban sebelumnya beberapa kali menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidup karena persoalan ekonomi. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih merupakan bagian dari keterangan saksi dan keluarga yang akan didalami lebih lanjut dalam proses penyelidikan.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh keterangan yang diperlukan. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata AKP Markus Timbul Sinaga.

Usai dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dusun Sungai Sadak, Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah serta telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi sebagai bagian dari administrasi penanganan perkara.

Hingga saat ini, Polsek Bunut masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi serta mendokumentasikan seluruh hasil olah TKP guna memastikan penyebab pasti kematian korban.***

Terkini