Siak, Catatanriau.com – Di tengah gencarnya upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Siak, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Siak masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait dukungan operasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua LAN Kabupaten Siak, Amrizal, usai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Pemerintah Kampung Minas Barat bersama LAN Kabupaten Siak di Museum Suku Sakai, Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Rabu (17/6/2026).
Menurut Amrizal, selama empat tahun terakhir pihaknya telah melaksanakan penyuluhan di 183 titik di Kabupaten Siak. Namun seluruh kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri tanpa dukungan sponsor maupun bantuan operasional dari pihak lain.
"Selama ini kami bergerak secara swadaya. Untuk kegiatan penyuluhan yang kami lakukan, belum pernah ada sponsor atau pembiayaan dari pihak manapun. Kendala terbesar kami memang pada operasional," kata Amrizal.
Ia menjelaskan, keterbatasan biaya sering kali menjadi tantangan saat tim LAN harus menjangkau berbagai wilayah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar mengenai bahaya narkoba.
"Selama ini kami lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, bahkan sepeda motor untuk melaksanakan penyuluhan ke berbagai tempat. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena wilayah yang harus dijangkau cukup luas," ujarnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Amrizal menegaskan bahwa LAN Kabupaten Siak tetap berkomitmen menjalankan tugas edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
Menurutnya, ancaman narkoba saat ini sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan.
"Kami hanya fokus pada edukasi dan pencegahan. Penindakan adalah tugas aparat penegak hukum. Tugas kami memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya," jelasnya.
Amrizal berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Siak maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut dapat memberikan dukungan terhadap program-program pencegahan narkoba yang selama ini dijalankan LAN.
Ia menilai dukungan tersebut sangat penting untuk memperluas jangkauan sosialisasi sekaligus memperkuat upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman narkotika.
"Kami berharap ada perhatian dan dukungan ke depan. Mungkin saat ini kondisi anggaran pemerintah masih terbatas, tetapi kami berharap program pencegahan narkoba tetap menjadi perhatian bersama," katanya.
Selain dukungan operasional, Amrizal juga memiliki gagasan untuk menghadirkan layanan ambulans gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Siak, termasuk bagi warga yang membutuhkan layanan rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.
"Kami berharap nantinya ada perusahaan-perusahaan yang bersedia berdonasi untuk pengadaan satu unit ambulans. Ambulans ini bisa digunakan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan maupun rehabilitasi secara gratis tanpa membebani biaya masyarakat," ungkapnya.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, LAN Kabupaten Siak tetap aktif melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Amrizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjadi penggiat anti narkoba dengan menjaga lingkungan masing-masing dari pengaruh barang haram tersebut.
"Generasi muda adalah aset bangsa dan harapan orang tua. Jangan sampai masa depan mereka hancur karena narkoba. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan anti narkoba," tutupnya.***