Pekanbaru, Catatanriau.com – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru menggelar kegiatan sosialisasi, diskusi, dan edukasi tentang bahaya serta dampak HIV/AIDS bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru ini diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Kota Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST., M.Arch., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda.
“Kami terus berkomitmen mendorong upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, tenaga medis, tokoh agama, tokoh adat, hingga seluruh pihak terkait,” ujar Markarius Anwar.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan serta kesehatan mereka.
Sementara itu, Bendahara Umum KPA Kota Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, SE., MM., menyampaikan bahwa remaja dan pemuda merupakan aset terbesar bagi masa depan Bumi Lancang Kuning. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan, termasuk HIV/AIDS.
“Kami ingin mewujudkan generasi muda Riau yang cerdas, sehat, dan bebas stigma HIV/AIDS. Menjadi cerdas dan sehat tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik dan kondisi fisik, tetapi juga kemampuan memahami isu kesehatan secara benar serta memiliki kepedulian sosial terhadap sesama,” kata Farid.
Dalam sambutannya, Farid juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Selama ini, edukasi tentang HIV/AIDS sering kali tertutup oleh tabu, ketakutan, dan diskriminasi. Melalui kegiatan ini, kita ingin mendobrak dinding tersebut. Kita harus memusuhi virusnya, bukan orangnya. Generasi muda yang cerdas adalah mereka yang bertindak berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan rumor, serta mampu memberikan empati tanpa stigma kepada sesama,” ungkapnya.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Khoirul Basar, S.H., berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta mendapatkan berbagai materi edukatif dari narasumber yang hadir, disertai sesi diskusi yang memberikan wawasan baru mengenai pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima sertifikat di akhir kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pekanbaru dan KPA Kota Pekanbaru berharap lahir generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi perilaku berisiko, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma HIV/AIDS.***
Laporan: Dwiki