Siak, Catatanriau.com – Kondisi Jalan Kampung Baru yang menghubungkan Kampung Pinang Sebatang Barat dan Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang merupakan jalur operasional milik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan karena kondisi ruas yang sempit, berlubang, serta tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar.
Meski berada dalam kawasan operasional perusahaan, jalan tersebut juga menjadi akses utama bahkan satu-satunya bagi sebagian masyarakat menuju permukiman, tempat kerja, sekolah, serta pusat aktivitas ekonomi di wilayah setempat.
Keluhan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat sekaligus Ketua LSM Penjara Siak, Optonica. Menurutnya, kondisi jalan saat ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait guna menghindari potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Jalan Kampung Baru yang menghubungkan Kampung Pinang Sebatang Barat dan Kampung Pinang Sebatang Timur setiap hari dilalui masyarakat. Di sisi lain, kendaraan bertonase besar yang menuju kawasan industri juga cukup padat. Kondisi ini membuat ruang gerak pengguna jalan menjadi terbatas, terlebih saat terjadi antrean kendaraan di sepanjang bahu jalan," ujar Optonica kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, antrean truk kerap terlihat mulai dari kawasan Kampung Baru hingga mendekati gerbang timbangan PT IKPP Perawang. Situasi tersebut, menurutnya, semakin berisiko ketika pengguna jalan harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan di ruas jalan yang relatif sempit dan sebagian titik mengalami kerusakan.
Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu. Arus kendaraan industri yang menuju sejumlah perusahaan di kawasan Tualang, seperti PT IKPP Perawang, PT Habi, dan kawasan Pelindo, disebut sering menyebabkan perlambatan lalu lintas hingga ke Simpang Empat Jalan AMD Bunut.
"Pada jam operasional tertentu, kemacetan cukup sering terjadi. Ini tentu berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan tersebut setiap hari," katanya.
Optonica menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pemerintah Kampung Pinang Sebatang Barat, sebelumnya sempat muncul wacana perbaikan jalan melalui kerja sama antara pihak perusahaan dan para pengguna jalan. Namun hingga pertengahan Juni 2026, realisasi perbaikan tersebut belum terlihat.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak yang berkepentingan terhadap penggunaan jalan tersebut dapat segera mencari solusi bersama demi keselamatan masyarakat.
"Kami berharap ada perhatian serius dari pihak perusahaan maupun instansi terkait. Jalan ini bukan hanya dilalui kendaraan operasional perusahaan, tetapi juga menjadi akses vital bagi masyarakat. Jangan sampai menunggu adanya korban akibat kondisi jalan yang belum tertangani," ujarnya.
Sementara itu, Penghulu Kampung Pinang Sebatang Barat, Rudi, mengatakan pihaknya selama ini telah beberapa kali menyampaikan aspirasi dan keluhan warga kepada pihak-pihak terkait.
"Kondisi ini sudah lama menjadi perhatian kami. Dokumentasi dan laporan dari masyarakat akan kembali kami sampaikan kepada pihak perusahaan maupun Pemerintah Kecamatan Tualang. Kami berharap ada langkah konkret dan solusi bersama untuk mengatasi persoalan ini," kata Rudi.
Menurutnya, pemerintah kampung juga telah berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat kepada berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kabupaten Siak, agar permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang terkait kondisi jalan maupun rencana perbaikan yang sebelumnya disebut telah diwacanakan. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada pihak perusahaan guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.***