Banjir di Jalan SMU Jadi Waterboom Dadakan, Warga Resah Soal Buaya: Aparat Tak Kunjung Himbau

Minggu, 17 Mei 2026 | 18:07:32 WIB

Dumai, Catatanriau.com — Fenomena unik sekaligus mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Minggu sore (17/5/2026). Banjir yang merendam kawasan Jalan SMU RT 13 justru berubah menjadi destinasi wisata dadakan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Tak tanggung-tanggung, ratusan pengunjung dari berbagai kelurahan memadati area sungai tersebut. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak asyik bermain air, melompat dari pohon yang tumbuh di tepian sungai, serta saling adu ketangkasan berenang di tengah canda tawa.

Warga setempat bahkan menyebut lokasi ini sebagai "wahana waterboom dadakan" karena sensasi yang ditawarkannya. Panorama banjir yang biasanya dihindari, kini justru menjadi daya tarik dan pesona tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Namun di balik kemeriahan yang viral di media sosial itu, terdapat fakta ironis yang tak bisa diabaikan. Sungai tersebut diketahui merupakan habitat buaya yang kerap muncul ke permukaan, terutama saat banjir.

Bahkan, tahun lalu buaya pernah menyambar salah seorang warga saat banjir serupa. Peristiwa tragis itu sempat menjadi perbincangan hangat warga Kecamatan Sungai Sembilan, namun seiring waktu tampaknya mulai terlupakan.

Kendati riwayat bahaya itu sudah diketahui, tak satu pun pengunjung tampak mengindahkan risiko tersebut. Tidak ada petugas keamanan atau aparat setempat yang terlihat mengimbau atau melarang aktivitas di lokasi rawan itu.

Mohamad Guntur, salah seorang warga yang berdomisili di sekitar bantaran sungai Jalan SMU RT 13, mengaku sangat was-was melihat situasi tersebut. Ia menyampaikan keresahannya kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Minggu sore.

"Saya was-was melihat anak-anak bermain air begitu bebas. Padahal sungai ini jelas ada buaya, sudah pernah menerkam warga tahun lalu," ujar Guntur dengan nada prihatin. Ia juga mengaku heran karena hingga kini belum ada himbauan resmi dari aparat pemerintahan.

"Yang saya heran, kok sampai sekarang tidak ada himbauan sama sekali dari aparat pemerintahan? Tidak ada petugas yang datang melarang atau memasang peringatan," keluh Guntur. Ia mengaku sudah mencoba mengingatkan beberapa pengunjung secara spontan, tetapi karena suasana ramai, imbauannya tidak digubris.

"Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai hiburan sesaat berakhir dengan tangisan keluarga," tambah Guntur. Ia berharap aparatur kecamatan atau kelurahan segera turun tangan sebelum korban berjatuhan kembali.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah kecamatan atau kelurahan setempat. Warga berharap aparat segera melakukan sosialisasi dan pemasangan plang peringatan bahaya buaya di lokasi tersebut. Jangan sampai nyawa melayang hanya karena kelengahan bersama.***

Terkini