Rusa Penangkaran di Siak Dicuri dan Dimutilasi, Satu Ekor Lainnya Mati Dengan Kaki Patah

Senin, 16 Maret 2026 | 13:53:51 WIB
Satu ekor rusa lainnya ditemukan dalam kondisi kaki patah dan akhirnya mati pada siang hari, Senin (16/3/2026).

Siak, Catatanriau.com – Peristiwa pencurian dan mutilasi rusa terjadi di penangkaran rusa di kawasan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, pada Senin subuh (16/3/2026). Seekor rusa dilaporkan hilang setelah diduga disembelih di lokasi oleh pelaku, sementara satu ekor rusa lainnya ditemukan dalam kondisi kaki patah dan akhirnya mati pada siang hari.

Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak, Paul, mengatakan pihaknya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari petugas penangkaran pada Senin pagi.

“Kalau kejadiannya saya tidak tahu pasti. Tadi pagi kami mendapat laporan dari petugas bahwa ditemukan perut rusa di sisi selatan area penangkaran,” kata Paul saat diwawancarai wartawan, Senin siang.

Menurutnya, temuan tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa telah terjadi pencurian rusa pada malam hari. Petugas kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dan melakukan pengecekan bersama di lokasi.

“Setelah kami cek ke sana bersama pihak kepolisian, memang ada bekas pemotongan rusa. Rusa itu dipotong, perutnya dikeluarkan, tapi bangkai rusanya tidak ada. Jadi yang tertinggal hanya bagian perutnya saja,” jelasnya.

Lokasi ditemukannya sisa organ rusa tersebut berada di bagian selatan penangkaran yang berdekatan dengan jalan besar atau jalur lintas di kawasan tersebut.

Paul menambahkan, berdasarkan temuan sementara, pihaknya memperkirakan satu ekor rusa telah dicuri oleh pelaku.

“Untuk sementara yang bisa kami pastikan satu ekor rusa hilang, karena di sana ditemukan satu perut rusa,” ujarnya.

Selain itu, saat pengecekan di area penangkaran, petugas juga menemukan satu ekor rusa lain dalam kondisi memprihatinkan. Hewan tersebut diduga mengalami patah kaki dan tidak mampu berdiri.

“Tadi waktu kami selesai mengecek lokasi, kami melihat satu rusa lagi kondisinya seperti patah kaki. Dia tidak bisa berdiri dan hanya pincang. Kami sempat videokan kondisinya dan masih hidup waktu itu,” ungkap Paul.

Namun, sekitar satu jam setelah pengecekan tersebut, rusa itu ditemukan telah mati.

“Ketika kami kembali untuk mengecek lagi, kondisinya sudah meninggal,” katanya.

Hingga kini, waktu pasti terjadinya pencurian tersebut belum diketahui. Dugaan sementara, pelaku beraksi pada malam hingga menjelang subuh dengan memanfaatkan lokasi penangkaran yang berada dekat jalan lintas.

Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam penyelidikan oleh aparat dari Kepolisian Resor Siak.

Pihak berwenang berharap pelaku segera ditangkap, sekaligus meningkatkan pengawasan di area penangkaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***

Terkini