PELALAWAN,CATATANRIAU.COM,: — Permukaan air Sungai Kampar di wilayah Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, dilaporkan mengalami penurunan cukup signifikan. Berdasarkan pemantauan indikator level air yang dipasang di Ferry Langgam oleh perusahaan pulp and paper PT Riau Andalan Pulp and Paper, pada Minggu pagi (15/3/2026) tercatat permukaan air berada di angka 0,50 meter di bawah nol.
Salah satu tim pemantau dari PT Riau Andalan Pulp and Paper yang secara rutin memperbarui laporan kondisi Sungai Kampar menyampaikan bahwa pengukuran dilakukan pada pukul 06.00 WIB. Hasilnya menunjukkan kondisi air sungai sedang surut cukup dalam hingga menembus angka di bawah level nol pada indikator yang terpasang di pelabuhan penyeberangan Ferry Langgam.
Penurunan permukaan air Sungai Kampar ini diduga berkaitan dengan berkurangnya debit air dari wilayah hulu. Aliran dari Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan yang biasanya menyuplai air utama ke Sungai Kampar diperkirakan mengalami penurunan debit, sehingga berdampak pada kondisi air di wilayah hilir.
Secara geografis, pertemuan Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan berada di Desa Muara Sako, Kecamatan Langgam. Dari titik pertemuan tersebut, aliran air kemudian membentuk Sungai Kampar yang mengalir melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan hingga ke bagian hilir.
Dengan posisi level air mencapai minus 0,50 meter, kondisi ini menjadi tanda bahwa Sungai Kampar sedang mengalami penyusutan volume air. Lebar sungai yang biasanya dipenuhi air kini terlihat jauh berkurang, sementara tebing-tebing di sepanjang bantaran sungai mulai tampak kering, menyerupai suasana pada musim kemarau.
Kondisi ini juga memicu kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada kawasan gambut di sekitar bantaran Sungai Kampar. Tanah gambut yang mulai mengering berpotensi mudah terbakar jika tidak diantisipasi sejak dini oleh masyarakat maupun pihak terkait.
Meski demikian, aktivitas penyeberangan menggunakan pontoon di Ferry Langgam hingga saat ini masih berjalan relatif aman dan kondusif. Operator penyeberangan tetap melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi elevasi air sungai guna memastikan keselamatan transportasi penyeberangan masyarakat.****