Siak, Catatanriau.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Minas melakukan pengecekan dan monitoring terhadap satwa gajah Sumatra di lokasi konservasi sekaligus pelatihan gajah Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Rabu (11/2/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Minas, KOMPOL Syahrizal, S.E., S.H., M.Si., M., dan berakhir pada pukul 17.45 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kanit Intelkam AKP Suwondo, Panit 1 Bimas IPDA Said Qoriatul Akhham, S.H., Ps Panit 1 Intelkam AIPTU Donal, S.H., Kasihumas BRIPKA Johan Sitompul, Bhabinkamtibmas BRIPKA Rosadi Elian, Humas PLG Gajah Minas Ali Mukti, serta para pelatih gajah yakni Una Harahap, Agus Triono, dan Ahmad Sulaiman.

Kapolsek Minas, KOMPOL Syahrizal, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan serta keamanan satwa gajah Sumatra yang berada di lokasi pelatihan.
“Pengecekan dan monitoring ini kami lakukan untuk memastikan seluruh satwa gajah Sumatra di lokasi pelatihan Minas Jaya dalam keadaan sehat, aman, dan terawat dengan baik. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga satwa dilindungi,” ujar KOMPOL Syahrizal.

Ia menambahkan, patroli dan monitoring ini juga berkaca dari kejadian terbunuhnya satu ekor gajah yang berada di kawasan Tesso Nilo oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait dalam upaya perlindungan satwa liar.
Dari hasil pengecekan, tercatat sebanyak 14 ekor gajah Sumatra berada di lokasi tersebut. Rinciannya, 10 ekor jantan dan 4 ekor betina. Dari jumlah tersebut, 12 ekor merupakan gajah dewasa dan 2 ekor anak gajah berusia di bawah 10 tahun.
Sebelumnya, kematian seekor gajah Sumatera di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, menjadi perhatian serius Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan aksi perburuan liar yang dilakukan dengan sengaja.

Gajah yang ditemukan mati tersebut merupakan bagian dari kelompok gajah liar yang kerap keluar masuk jalur pergerakannya di kawasan tersebut. Di wilayah tenggara Tesso Nilo, terdapat lima kelompok gajah yang selama ini diketahui berkeliaran dan berinteraksi dengan lanskap konsesi.
Dalam rapat sebelumnya di PT RAPP, Kapolda menekankan bahwa proses mengungkap pembunuhan terhadap satwa liar, khususnya gajah, memiliki tantangan berbeda dibandingkan penyelidikan kasus terhadap manusia.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya proyektil yang bersarang di bagian tengkorak belakang gajah. Kondisi bangkai juga memperlihatkan sebagian kepala telah hilang, mulai dari mata, belalai, hingga dua gadingnya, yang semakin menguatkan dugaan adanya perburuan liar secara terencana.
BKSDA Riau pun menyampaikan indikasi serupa bahwa kematian gajah tersebut berkaitan erat dengan aktivitas perburuan liar.
Kapolsek menambahkan, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam upaya pengawasan dan pelestarian satwa dilindungi tersebut.
“Kami bersama BKSDA akan terus bersinergi dalam menjaga, mengawasi, dan melestarikan satwa gajah Sumatra agar tetap terlindungi dan terhindar dari berbagai ancaman, termasuk perburuan dan gangguan lainnya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa situasi di areal konservasi dan pelatihan gajah Minas Jaya selama kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Minas dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka, khususnya gajah Sumatra yang termasuk satwa dilindungi.***