Siak, Catatanriau.com – Dini hari yang seharusnya sunyi berubah menjadi mencekam bagi warga Kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Sebuah rumah milik warga bernama Sudirman hangus dilalap si jago merah pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Api yang cepat membesar memicu kepanikan dan memaksa warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Muhammad Syekh, Dusun Mekar Sari, RT 002/RW 004. Kobaran api tampak menjulang tinggi dan dikhawatirkan merembet ke rumah-rumah lain yang jaraknya saling berdekatan. Dalam kondisi darurat tersebut, warga setempat hanya bisa mengandalkan tenaga sendiri untuk memadamkan api.
Tanpa kehadiran petugas pemadam kebakaran, warga berjibaku melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan ember, selang air, dan peralatan seadanya. Upaya tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya api berhasil dipadamkan, meski rumah korban tak tersisa.
“Di Kecamatan Pusako memang tidak ada unit Damkar. Yang terdekat ada di Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Mempura dan Siak, jaraknya jauh, jadi tidak memungkinkan untuk cepat dipanggil,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, warga hanya bisa pasrah menghadapi musibah tersebut. Tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan, selain pakaian yang melekat di badan. “Kami benar-benar tidak bisa berbuat banyak. Api cepat sekali membesar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima laporan kebakaran saat kejadian berlangsung. Hal tersebut menyebabkan tidak adanya petugas pemadam kebakaran yang turun ke lokasi.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, tidak ada informasi kebakaran yang masuk ke Pos Damkar Sungai Apit pada saat kejadian. Api sepenuhnya dipadamkan oleh masyarakat setempat,” kata Novendra kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Ia memastikan, kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara kerugian materi belum dapat dipastikan.
Novendra juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian kebakaran melalui layanan call center BPBD atau pos pemadam kebakaran terdekat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko dapat diminimalkan.
“Kecepatan laporan sangat menentukan. Semakin cepat kami menerima informasi, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih luas,” pungkasnya.***