Pekanbaru, Catatanriau.com — Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan penelusuran ke salah satu tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru setelah beredarnya video viral yang diduga menampilkan kegiatan kontes kecantikan waria.
Penelusuran tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas video yang ramai dibicarakan warganet dan dinilai berpotensi melanggar aturan yang berlaku. Video itu disebut-sebut direkam di sebuah THM dan menampilkan aktivitas yang menyerupai kontes kecantikan.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah video tersebut beredar luas di media sosial. Polisi kemudian memeriksa sejumlah orang yang terlihat dalam rekaman video viral tersebut.
“Beberapa orang yang ada di video sudah kami mintai keterangan. Dari keterangan sementara, kegiatan itu disebut sebagai kontes kecantikan,” ujar Muharman, Sabtu (31/1/2026) dini hari.
Selain memeriksa individu yang terlibat, aparat gabungan juga meminta klarifikasi dari manajemen tempat hiburan malam yang disebut dalam video. Namun, pihak manajemen mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut saat berlangsung.
Menurut Muharman, manajemen menyampaikan bahwa pemesan tempat hanya satu hingga dua orang, sehingga tidak terdeteksi akan menggelar kegiatan seperti yang terekam dalam video.
“Mereka mengaku baru mengetahui adanya kegiatan itu setelah video viral di media sosial,” jelasnya.
Muharman menegaskan, baik pihak kepolisian maupun pemerintah daerah baru mengetahui dugaan kegiatan tersebut setelah video tersebar luas. Ia memastikan proses penelusuran masih terus dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum maupun aturan lainnya.
“Apabila nantinya ditemukan pelanggaran hukum atau pelanggaran aturan yang berlaku, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan bahwa langkah awal penanganan telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Pemerintah Kota Pekanbaru, kata dia, juga akan mengambil peran dalam bentuk pembinaan.
“Kepolisian sudah melakukan tindakan awal. Di sisi lain, pemerintah kota akan melakukan pembinaan, sementara dugaan pelanggaran hukumnya akan ditelusuri lebih lanjut,” ujar Markarius.
Ia menambahkan, Pemko Pekanbaru bersama tokoh masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari, karena dinilai dapat mencoreng nama baik Kota Pekanbaru.
“Harapan kami, hal seperti ini tidak terulang kembali dan tidak mencoreng nama baik Kota Pekanbaru,” pungkasnya.***