PELALAWAN,CATATANRIAU.COM, – Perahu Polairud itu merapat perlahan di tepian Sungai Kampar, Desa Sering, Kecamatan Pelalawan. Di balik seragam biru dan rompi keselamatan, para anggota polisi turun membawa sembako, tas sekolah, dan peralatan medis. Bagi warga pesisir yang hidup jauh dari pusat layanan publik, kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan harapan yang nyata.

Di desa pinggiran sungai Kampar sulit dijangkau darat, sebagian hanya, lewat jalur sungai, Polairud Polres Pelalawan bersinergi dengan Baznas Pelalawan kembali melaksanakan Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat). Program ini menyasar masyarakat pesisir Sungai Kampar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Program JALUR merupakan gagasan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, yang dirancang untuk memastikan negara hadir hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman. Melalui delapan kegiatan utama, mulai dari perpustakaan apung hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, JALUR menjadi wujud nyata semangat Presisi Polri yang humanis dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan di Desa Sering dipimpin langsung Kasat Polairud Polres Pelalawan AKP Mardani Tohenes, SH, MH, bersama jajaran Polairud dan didampingi Kepala Desa Sering Bambang Hidayatullah beserta perangkat desa. Sejak pagi, warga sudah berkumpul di tepian sungai, menyambut rombongan dengan wajah penuh harap.
AKP Mardani menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda institusi, tetapi lahir dari kepedulian terhadap realitas hidup masyarakat pesisir. “Dalam program JALUR ini, kami bersinergi dengan Baznas Pelalawan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Ada bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan lansia, bersih-bersih Sungai Kampar, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak,” ujarnya.
Sebanyak 20 pelajar dari SMPN 06 Sering dan SDN 006 Sering menerima tas, sepatu, buku, dan perlengkapan sekolah. Bagi sebagian anak, ini adalah perlengkapan baru pertama yang mereka miliki. Sementara itu, para lansia mendapatkan beras, sembako, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang jarang mereka akses.

Bagi warga, kehadiran polisi di desa mereka menghadirkan rasa aman sekaligus empati. Tidak ada jarak formal antara aparat dan masyarakat. Polisi duduk sejajar, mendengar keluhan, menyapa anak-anak, dan membantu membersihkan sungai yang menjadi sumber kehidupan warga sehari-hari.
Program JALUR Polres Pelalawan tercatat sebagai salah satu yang paling konsisten dalam evaluasi bulanan Polda Riau. Polairud Polres Pelalawan melaksanakan kegiatan ini tiga kali dalam sepekan, bersama Polairud Polsek Teluk Meranti dan Polairud Polsek Kuala Kampar, seluruhnya berada di wilayah pesisir Sungai Kampar.

“Program JALUR ini adalah inisiasi Kapolda Riau sebagai bentuk pelayanan Polri bagi masyarakat pesisir, sekaligus upaya merawat nilai sejarah dan budaya Melayu Riau yang lekat dengan kehidupan sungai,” tambah AKP Mardani, menegaskan komitmen jangka panjang Polri.
Apresiasi datang dari Kepala Desa Sering, Bambang Hidayatullah. Ia menyebut bantuan dan kehadiran Polairud serta Baznas memberi dampak langsung bagi warganya. “Bantuan ini sangat berarti. Atas nama masyarakat Desa Sering, kami berterima kasih kepada Kapolda Riau, Kapolres Pelalawan, Baznas, dan jajaran Polairud yang telah membawa program JALUR hingga ke desa kami,” katanya.
Di tengah arus Sungai Kampar yang tenang, Program JALUR kembali membuktikan bahwa pengabdian Polri tidak hanya tentang menjaga keamanan. Lebih dari itu, Polri hadir sebagai sahabat masyarakat—menyusur sungai, menjangkau yang terpinggirkan, dan menyalakan harapan bagi warga pesisir yang selama ini hidup jauh dari pusat perhatian.****