Tutup 2025 Berkemah di Dusun Tanpa Listrik, Bupati Siak Afni Zulkifli: Beginilah Kondisi Kampung di Kepungan Izin Konsesi

Kamis, 01 Januari 2026 | 12:45:13 WIB

Siak, Catatanriau.com — Mengakhiri tahun 2025 dengan cara sederhana namun penuh makna, memilih berkemah bersama keluarga dan warga di Dusun Bedeng, Dusun I Seminai Kuning, Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Rabu (31/12/2025). Dusun terpencil tersebut hingga kini belum menikmati aliran listrik PLN dan masih bergantung pada genset warga.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Rombongan Bupati sempat terhambat akibat jalan rusak dengan lubang cukup dalam. Meski demikian, kedatangan Bupati disambut antusias warga setempat di kawasan SDN 011 Tasik Betung.

Dalam dialog bersama masyarakat, Camat Sungai Mandau Muhammad Darwis, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyebut Afni sebagai bupati pertama yang datang langsung ke Dusun Bedeng sejak Kabupaten Siak berdiri.

“Sejak Siak berdiri, baru kali ini ada bupati yang masuk ke Dusun Bedeng yang belum dialiri listrik,” ujarnya.

Camat memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari akses jalan rusak, ketiadaan listrik, hingga minimnya perhatian perusahaan terhadap jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Jalan penghubung menuju Siak maupun Perawang, kata dia, masih menggunakan jalan perusahaan dengan kondisi memprihatinkan.

Menanggapi hal itu, Bupati Afni menegaskan bahwa kunjungannya ke Dusun Bedeng merupakan janji yang telah diniatkan sejak masa kampanye.

“Saya sudah berjanji akan datang ke Dusun Bedeng jika terpilih. Alhamdulillah, hari ini janji itu saya penuhi,” kata Afni saat dialog bersama warga.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperjuangkan masuknya aliran listrik ke Dusun Bedeng serta mendorong perbaikan jalan meskipun statusnya masih milik perusahaan. Menurutnya, pembangunan harus diantar hingga ke pelosok kampung.

Selain persoalan jalan dan listrik, Afni juga menyoroti kondisi air bersih di satu-satunya sekolah di dusun tersebut. Hingga kini, SDN 011 Tasik Betung masih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air harus ada di sekolah. Kalau di sekitar sekolah tidak ditemukan sumber air, bisa dicari agak jauh dan dialirkan ke sekolah,” tegasnya.

Pada Kamis (01/01/2026), Bupati Afni kembali menyampaikan refleksi kunjungannya ke Dusun Bedeng. Ia menggambarkan secara lugas kondisi yang dihadapi masyarakat pelosok Sungai Mandau.

“Macam tu lah situasinya. Beginilah kondisi kampung-kampung di antara kepungan izin konsesi. Tanpa listrik. Hanya mengandalkan genset,” ungkap Afni.

Ia juga menceritakan semangat pribadinya berkunjung ke pelosok kali ini karena ditemani anak-anaknya.

“Semangat karena mengunjungi rakyat di pelosok kali ini ditemani anak-anak. Muhammad yang aslinya sedang demam, dan kakak Hanina yang setia menemani. Ini cara sederhana mengajarkan anak-anak tentang arti rasa syukur,” tuturnya.

Afni mengungkapkan, demi keselamatan, rombongan sempat memindahkan lokasi bermalam ke tempat yang lebih aman.

“Tadi malam kami sempat pindah ke lokasi yang lebih aman. Tidak bisa berkemah dekat kawasan hutan, karena di dusun ini baru saja harimau memakan ternak warga, dan kawanan gajah tengah menjelajah di sekitar pemukiman,” jelasnya.

Di hari pertama tahun 2026, Dusun Bedeng juga mendapat kabar baik. Bantuan alat pendidikan berupa laptop dari Kementerian datang untuk SDN 011 Dusun Bedeng, melengkapi bantuan smart TV yang telah diterima sebelumnya.


“Alhamdulillah, pas di hari pertama 2026, bantuan laptop juga datang dari Kementerian. Semoga bermanfaat dan menambah semangat guru serta tenaga kependidikan,” kata Afni.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan tunai dari Baznas Kabupaten Siak kepada sejumlah warga. Afni pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat setempat.

“Terima kasih untuk semua warga Bedeng, Tasik Betung, Sungai Mandau. Terima kasih semua tim kerja. Tetap semangat,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi penutup dan pembuka tahun dengan pesan kuat tentang kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, menyapa rakyat hingga ke pelosok, tanpa kemewahan, namun sarat empati dan keberpihakan.***

Terkini