Mantan Ketua RW di Okura Pekanbaru Klarifikasi Video Penambalan Jalan yang Dinilai Menyudutkan Dirinya

Rabu, 10 Desember 2025 | 14:47:52 WIB

Pekanbaru, Catatanriau.com – Mantan Ketua RW 04 Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Asran, membantah narasi video yang beredar di media sosial dan dinilai menyudutkan dirinya secara sepihak. Video tersebut dibuat oleh seorang pemuda berinisial N dan berkaitan dengan aksi penambalan jalan berlubang di kawasan Desa Wisata, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru.

Kepada sejumlah media, Asran menjelaskan kronologi kejadian yang bermula pada Minggu, 7 Desember 2025. Saat itu, ia mendapati Nanda tengah melakukan penambalan jalan berlubang di beberapa titik ruas jalan lintas Perawang–Pekanbaru.

Menurut Asran, pada salah satu titik jalan terdapat gorong-gorong yang sudah pecah. Jika langsung dilakukan penambalan tanpa perbaikan gorong-gorong, dikhawatirkan aliran air akan terhambat dan berpotensi menimbulkan banjir, terlebih di musim penghujan.

Ia pun mengaku hanya memberikan saran agar gorong-gorong tersebut diperbaiki terlebih dahulu sebelum jalan ditambal.

“Saya tidak pernah melarang dia untuk memperbaiki jalan berlubang. Saya hanya mengingatkan di satu titik itu jangan langsung ditambal, karena gorong-gorongnya pecah. Kalau langsung ditutup, kebun kami bisa banjir. Lubang yang ini berbeda dengan yang lain,” jelas Asran saat dihubungi media, Rabu (10/12/2025).

Asran menegaskan, selama ini dirinya justru prihatin dengan kondisi jalan yang rusak dan mengaku sudah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan dana pribadi.

“Saya heran kenapa muncul narasi-narasi yang menyimpang. Padahal saya, dengan dana sendiri, sudah beberapa kali memperbaiki jalan berlubang di sini, tanpa kamera dan tanpa berharap pujian,” ujarnya.

Pernyataan Asran juga dibenarkan oleh Tokoh Pemuda Desa Wisata Tebing Tinggi Okura, Ngah Ezze, yang dikenal sebagai Panglima Bungsu LHMB Rumbai Timur. Ia mengecam pembuatan video yang dinilainya tidak berimbang dan berpotensi merusak nama baik tokoh masyarakat.

Menurut Ngah Ezze, Asran merupakan sosok yang dikenal peduli terhadap kepentingan warga sekitar. Ia menilai, narasi yang disampaikan dalam video tersebut telah mencederai kehormatan tokoh masyarakat demi kepentingan konten pribadi.

“Video itu saya nilai menyimpang. Tidak mungkin Pak Asran melarang perbaikan jalan, karena beliau sendiri sudah berkali-kali menambal jalan berlubang di sini dengan dana pribadi. Itu sebabnya, meski tidak lagi menjabat Ketua RW, masyarakat masih memanggil beliau Pak RW,” katanya.

Ngah Ezze juga menegaskan bahwa narasi yang menyerang pribadi seseorang dapat berimplikasi hukum, terlebih jika ditujukan kepada tokoh masyarakat.

“Kami meminta pihak-pihak yang sengaja atau tidak sengaja menimbulkan kegaduhan dari video ini untuk segera menyadari dampaknya. Tidak menutup kemungkinan persoalan ini akan kami lanjutkan ke ranah hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pemuda bernama Nanda membakar peralatan sederhana yang biasa digunakannya untuk menambal jalan, seperti gerobak kayu dan rambu-rambu lalu lintas. Dalam video tersebut, Nanda meluapkan kekecewaan dan menyatakan tidak lagi berguna melakukan perbaikan jalan karena mendapat teguran dari seorang oknum Ketua RW.

“Saya ditegur RW, katanya jalan ini tidak boleh diperbaiki. Nanti orang-orang naik motor jadi kencang,” ucap Nanda dalam video yang menuai beragam tanggapan warganet.

Kepada wartawan, Nanda menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ia tengah bersiap melakukan penambalan jalan berlubang di ruas jalan lintas Perawang–Pekanbaru, wilayah Kelurahan Tebing Tinggi Okura.

Ia mengaku aksi tersebut dilakukan secara sukarela dengan menggunakan dana pribadi, serta dukungan donasi dari para pengikutnya di media sosial seperti TikTok dan YouTube. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah mendorong dirinya turun langsung melakukan perbaikan, hingga akhirnya didatangi seorang oknum Ketua RW yang melarang kegiatan tersebut.

“RW 04, inisial AN. Waktu itu beliau datang dan bilang jalan ini tidak usah diperbaiki, biarkan saja. Alasannya karena kalau diperbaiki, orang-orang jadi laju naik motor,” ujar Nanda menirukan perkataan oknum RW tersebut.***

Terkini