Rohul, Catatanriau.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Satuan Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan Bermasalah di Ruang Rapat Lantai Tiga Kantor Bupati Rokan Hulu, Rabu (3/11/2025).
Rapat dipimpin Asisten I, H. Fhatanalia Putra, mewakili Bupati Rokan Hulu, didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Suharman Nasution. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Polres Rohul, Kasdim 0313/KPR, Kabinda Rohul, Perwira Penghubung Kodim 0313/KPR, Satpol PP, serta jajaran Bagian Tapem, Hukum, dan Kesra Setda Rohul.
Dalam sambutannya, H. Fhatanalia Putra menegaskan bahwa rapat ini menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani potensi gangguan keamanan, khususnya terkait premanisme serta keberadaan organisasi kemasyarakatan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh unsur memiliki pemahaman yang sama agar langkah penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan efektif.
"Rapat Satgas Terpadu ini kita laksanakan untuk memastikan seluruh unsur memahami langkah penanganan potensi premanisme dan ormas bermasalah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tidak ingin ada ruang bagi tindakan yang meresahkan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus semakin diperkuat," ungkapnya.
Ia berharap forum ini mampu menghasilkan masukan strategis yang tidak hanya bersifat reaktif, namun juga preventif demi menjaga keamanan dan ketertiban umum di Rohul.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Rohul, Suharman Nasution, menjelaskan bahwa rapat hari ini merupakan bagian dari pembentukan tim lintas sektor yang akan bertugas menghimpun informasi dan mengidentifikasi potensi gangguan sosial di wilayah Rohul.
Ia menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan permasalahan yang sangat menonjol, namun ada beberapa potensi gangguan di sejumlah kecamatan yang perlu menjadi perhatian.
"Alhamdulillah, yang sifatnya menonjol tidak ada. Namun beberapa peserta rapat menyampaikan adanya potensi gangguan di beberapa daerah. Maka dari itu, kita akan jadwalkan turun langsung ke lapangan," jelasnya.
Terkait premanisme, Suharman mengungkapkan bahwa belum ada kasus besar yang muncul, namun terdapat informasi mengenai oknum pemuda yang melakukan pungutan di area pasar dan titik-titik tertentu.
"Ini akan segera kita tindaklanjuti dengan turun langsung," tegasnya.
Ia memastikan tim akan bekerja secara terkoordinasi untuk mencegah potensi gangguan berkembang menjadi ancaman keamanan yang lebih besar. Kegiatan turun ke lapangan menjadi agenda prioritas dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Rokan Hulu.***