Jakarta, Catatanriau.com — Sabtu 28/11/2025, Suara keras datang dari Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Pebriyan Winaldi, yang melayangkan kritik pedas terhadap manajemen Agrinas terkait pengelolaan lahan hasil sitaan Satgas. Pebriyan menilai Agrinas gagal total menjalankan perintah Presiden untuk memaksimalkan aset negara yang seharusnya menjadi sumber pemasukan raksasa bagi republik.
Dengan nada tegas, Pebriyan mengungkapkan bahwa kerja keras Satgas menyita aset bernilai besar seolah menjadi sia-sia, karena banyak lahan sitaan negara justru tidak dapat dikuasai maupun dikelola optimal. Ia menyoroti indikasi lemahnya profesionalitas di internal Agrinas yang berdampak langsung pada hilangnya potensi pendapatan negara.
“Satgas sudah capek menyita lahan. Tapi ketika sampai di Agrinas, malah seperti tidak diurus. Banyak lahan sitaan yang seharusnya menjadi aset produktif justru terbengkalai,” ujar Pebriyan.
Pebriyan juga menyinggung adanya dugaan praktik tidak produktif berupa pertemuan-pertemuan santai di kedai kopi yang disebutnya sebagai bentuk tidak seriusnya penanganan aset negara. “Kalau pengelolaan aset negara saja dibahas seperti transaksi murah di kedai kopi, jangan heran kalau negara rugi besar,” sindirnya tajam.
Menurut Pebriyan, kerusakan pada kebun-kebun sitaan itu kini sudah masuk kategori darurat. Aset bernilai ratusan triliun rupiah yang seharusnya dapat menjadi pemasukan rutin justru rusak karena salah urus. “Ini bukan kebun kecil. Ini aset strategis negara. Hancur hanya karena tidak becus mengurusnya,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Pebriyan Winaldi mendesak Presiden untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi Agrinas, termasuk mencopot pejabat yang dianggap tidak mampu menjalankan mandat negara dengan baik.
“Perintah Presiden jelas. Kalau tidak berkompeten, untuk apa dipertahankan? Negara rugi, rakyat rugi, aset hancur,” katanya.
Pernyataan Pebriyan langsung menjadi sorotan publik dan memunculkan tekanan kuat agar pengelolaan aset negara yang selama ini terbengkalai segera dibenahi secara total.***