Pekanbaru, Catatanriau.com, 13 November 2025 - Hari Kamis pagi, langit cerah menaungi halaman SD IT Iskandar Muda. Sejak pukul 06.30 WIB, suasana sekolah tampak ramai dan penuh semangat. 147 siswa kelas 1 dan 2 berseragam olahraga lengkap dengan topi dan ransel kecil di punggung, berbaris rapi sambil melambaikan tangan kepada guru dan orang tua yang mengantar. Keceriaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Hari ini bukan hari belajar di kelas seperti biasa, melainkan Outing Class ke Agrowisata Balai Benih Induk (BBI) Padang Marpoyan.
Kegiatan outing class ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran kontekstual di SD IT Iskandar Muda yang berfokus pada “Belajar dari Alam, Tumbuh dalam Nilai”. Melalui pengalaman langsung di lapangan, sekolah ingin mengajarkan anak-anak bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari di mana saja, termasuk dari alam dan lingkungan sekitar yang penuh hikmah.
Perjalanan menuju Agrowisata BBI Padang Marpoyan ditempuh dengan penuh keceriaan. Sepanjang perjalanan, tawa dan nyanyian anak-anak memenuhi bus rombongan. Sesampainya di lokasi, mereka disambut hangat oleh tim edukator dari BBI Padang Marpoyan yang sudah menyiapkan serangkaian kegiatan edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan dunia pertanian, di mana siswa diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan sayur-sayuran. Edukator menjelaskan bagaimana tanaman tumbuh, apa yang dibutuhkan untuk hidup, serta bagaimana manusia menjaga keseimbangan alam agar pertanian tetap lestari. Penjelasan tersebut dikemas ringan dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak usia dini.
Anak-anak tampak antusias mengangkat tangan untuk bertanya. “Kalau tanaman jagung minumnya berapa kali sehari?” tanya seorang siswa polos, disambut tawa dan tepuk tangan teman-temannya. Momen-momen seperti inilah yang menjadikan kegiatan ini tak hanya edukatif, tetapi juga menghangatkan hati.
Setelah itu, para siswa diajak berkeliling area pertanian untuk melihat secara langsung proses budidaya tanaman. Mereka mengamati lahan pertanian, rumah bibit, hingga area penanaman jagung. Para guru pendamping membantu menjelaskan kembali materi yang disampaikan edukator dengan bahasa sederhana, menghubungkannya dengan pelajaran IPA dan tematik yang telah mereka pelajari di kelas.
Bagian paling seru dari kegiatan hari itu adalah panen jagung bersama. Dengan semangat yang membara, anak-anak berjalan menuju area ladang. Satu per satu mereka memegang batang jagung dan memetik hasil panen di bawah bimbingan guru dan petugas. Sorak-sorai kegembiraan terdengar ketika jagung pertama berhasil dipetik.
Kegiatan panen ini bukan sekadar aktivitas seru, melainkan pelajaran nyata tentang kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Anak-anak belajar bahwa setiap makanan yang mereka konsumsi melewati proses panjang, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap siswa membawa pulang satu jagung hasil panenan mereka sendiri. Bagi mereka, jagung itu bukan sekadar hasil bumi, tetapi simbol kebanggaan karena telah belajar langsung dari alam.
Guru-guru yang mendampingi Outing Class ini menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak. Selain menambah wawasan, kegiatan luar kelas juga melatih kerjasama, tanggung jawab, disiplin, dan empati terhadap lingkungan. Anak-anak belajar menghargai proses serta memahami pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.
> “Kami ingin anak-anak memahami bahwa alam adalah guru terbaik. Mereka belajar banyak hal: dari menanam, merawat, hingga memanen. Semua proses itu mengajarkan nilai kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur,” ujar ustadzah Shela Novani, S.Pd., Gr
Selain aspek edukatif, outing class ini juga memperkuat hubungan sosial antara siswa, guru, dan teman sebaya. Mereka belajar berinteraksi, berbagi, dan saling membantu selama kegiatan berlangsung. Guru pun menilai bahwa pembelajaran seperti ini membantu menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri siswa.
Kepala SD IT Iskandar Muda, Ustadzah Nadia Fajrin, S.Pd., Gr., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan outing class kali ini. Menurut beliau, pembelajaran di luar kelas menjadi bagian penting dari upaya sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan melalui pengalaman langsung.
> “Di SD IT Iskandar Muda, kami tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas anak. Outing class seperti ini adalah wujud nyata dari pendidikan holistik, anak-anak belajar langsung dari ciptaan Allah SWT, memahami proses alam, dan mensyukuri hasilnya,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi media refleksi bagi siswa untuk lebih mencintai lingkungan dan menghargai profesi petani.
> “Kita ingin menanamkan rasa hormat kepada para petani yang bekerja keras menyediakan pangan. Ketika anak-anak melihat langsung bagaimana sulitnya menanam dan memanen, mereka belajar bersyukur dan tidak menyia-nyiakan makanan. Inilah nilai-nilai kehidupan yang ingin kami tanamkan sejak dini,” tambahnya.
Beliau juga mengapresiasi kerja sama antara pihak sekolah, guru, orang tua, serta tim Agrowisata BBI Padang Marpoyan yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar dan aman.
Sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan kembali ke sekolah dengan membawa segudang cerita dan pengalaman berharga. Di dalam bus, anak-anak saling bercerita tentang jagung yang mereka petik, tentang tanaman yang mereka lihat, dan tentang betapa serunya belajar di alam.
Wajah ceria mereka menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak harus selalu terjadi di dalam kelas. Alam pun bisa menjadi ruang belajar yang luar biasa, asalkan dipandu dengan cinta dan makna.
Melalui kegiatan seperti ini, SD IT Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran aktif, kreatif, islami, dan berkarakter. Sekolah percaya bahwa setiap pengalaman adalah bagian dari proses membentuk generasi pembelajar sejati, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian terhadap lingkungan.
> “Outing class merupakan salah satu kegiatan yang menjadi metode belajar di SD IT Iskandar Muda sebagai variasi pembelajaran yang rutin dilakukan setiap semester. Selain untuk anak-anak mempunyai pengalaman belajar yang bermakna dan mempunyai wawasan yang lebih luas lagi. Kemudian semoga anak-anak lebih bisa memahami bahwa belajar bisa dari siapa saja, dari mana saja, terutama dari alam yang Allah ciptakan sangat luas ini. Dalam kegiatan ini anak-anak juga diajak untuk memaknai kebesaran Allah dengan melihat lebih luas lagi ciptaan Allah di alam. Kami berharap, setelah mengikuti outing class ini, anak-anak semakin mencintai alam, menghargai setiap proses kehidupan, dan terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,” tutup Kepala Sekolah.
Dengan semangat kebersamaan dan pembelajaran bermakna, outing class SD IT Iskandar Muda di Agrowisata BBI Padang Marpoyan meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi seluruh pendidik yang menyadari bahwa belajar dari alam adalah belajar tentang kehidupan itu sendiri.***
Laporan : Dwiki