Meranti, Catatanriau.com - Di sebuah sore yang hangat di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, suara gasing menghentak tanah, anak-anak bersorak, dan masyarakat berkumpul dengan raut wajah penuh bangga. Sabtu (8/11/2025), warga Hulu Asam menyaksikan tiga momen penting: pelantikan Pengurus Persatuan Gasing Seluruh Indonesia (Pergasi) Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2025–2030, peresmian Gelanggang Gasing H. Yahya, serta workshop pengembangan suvenir UMKM untuk mendukung pariwisata lokal.
Acara berlangsung penuh keakraban dengan kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas gasing, pelaku UMKM, hingga perusahaan swasta.
Hadir Ketua Pergasi Provinsi Riau H. Arifin, SP; Camat Merbau Hj. Wan Jumiati, SE., M.Si; Anggota DPRD Kepulauan Meranti Darsini, SM; Lurah Teluk Belitung Mashuri, ST; serta perwakilan PT Imbang Tata Alam (ITA) Arip Hidayatuloh dan CSR Assistant M. Akmalul Hadi.
Pelantikan pengurus Pergasi Meranti dilakukan langsung oleh Ketua Pergasi Provinsi Riau. Andi Saputra resmi memimpin organisasi tersebut hingga 2030.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya PT Imbang Tata Alam yang mendukung pembangunan gelanggang. Ia juga menyebut rencana menggelar Turnamen Gasing se-Provinsi Riau dengan dukungan Anggota DPRD Darsini.
Ketua Pergasi Provinsi Riau, H. Arifin, SP, menegaskan bahwa gasing bukan hanya permainan, tetapi simbol budaya Melayu yang mengajarkan silaturahmi, keterampilan, dan kebersamaan.
“Dari seutas tali dan sepotong kayu, gasing menyatukan banyak usia dan suku. Bahkan budaya ini telah dikenal hingga mancanegara. Sudah waktunya kita rawat, bukan hanya dikenang,” ujarnya.
Dukungan PT Imbang Tata Alam melengkapi harmoni budaya dan pemberdayaan ekonomi. Melalui program CSR, perusahaan bukan hanya membantu infrastruktur gelanggang, tetapi juga menyelenggarakan workshop untuk pelaku UMKM agar mampu mengolah budaya menjadi produk kreatif, seperti miniatur gasing dan kerajinan dari bahan mangrove.
Dalam pidatonya, Arip Hidayatuloh menyampaikan betapa istimewanya nama gelanggang ini. “Nama Gelanggang Gasing H. Yahya tidak muncul begitu saja. Beliau adalah tokoh pertama yang membuka pemukiman di Hulu Asam. Dari semangat pengabdian dan kegigihannya, kampung ini berdiri dan berkembang. Menyebut nama beliau adalah menyebut sejarah dan teladan,” ungkap Arip.
H. Yahya dikenang sebagai tokoh pendiri kampung Hulu Asam, sosok yang membangun dasar kehidupan sosial, budaya, dan nilai-nilai keislaman masyarakat. Ia menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan keberanian membuka jalan bagi generasi setelahnya. Kini, makamnya di Hulu Asam menjadi saksi sunyi perjalanan sejarah itu, tak jauh dari gelanggang yang kini memakai namanya.
Peresmian gelanggang dilakukan oleh Camat Merbau Hj. Wan Jumiati, ditandai dengan pemasangan kalung bunga dan pembukaan tirai papan nama. Dalam sambutannya, ia menyebut gelanggang ini bukan sekadar ruang bermain, tetapi ruang belajar lintas generasi.
“Semoga ke depan, gasing bisa masuk dalam kegiatan sekolah agar anak-anak mengenal budaya mereka bukan hanya lewat cerita,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan piagam penghargaan dari PT ITA kepada Ketua Pergasi Provinsi Riau, dan pemberian cenderamata dari Pergasi Meranti, serta sesi foto bersama. Lebih dari seremonial, hari itu menjadi bukti bahwa ketika budaya, masyarakat, dan dunia usaha berjalan seiring, tradisi tidak hanya bertahan, tetapi hidup dan memberi manfaat.(Akmal).