Koptu Togi Sitorus Lakukan Surveilans PMK Bersama Tim URC di Tualang Timur

Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:55:03 WIB

Siak, Catatanriau.com – Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Siak, jajaran TNI dari Koramil 04/Perawang Kodim 0322/Siak terus melakukan kegiatan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik warga.

Pada Jumat (24/10/2025), Babinsa Koramil 04/Perawang, Koptu Togi Sitorus, bersama tim Unit Reaksi Cepat (URC) melaksanakan kegiatan surveilans PMK di Kampung Tualang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Siak, Drh. Agung, dan menyasar ke sejumlah kandang sapi milik warga, salah satunya milik Juprizal (43) yang beralamat di Jalan Baru Bakal, RT 03 RW 04, Kampung Tualang Timur.

Menurut Koptu Togi Sitorus, kegiatan surveilans ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya hewan ternak yang terinfeksi PMK, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan.

“Kami bersama tim URC dan petugas dari dinas terkait rutin melakukan pemantauan di lapangan. Tujuannya untuk memastikan hewan ternak warga tetap sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku,” ujar Koptu Togi Sitorus saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap beberapa ekor sapi di lokasi tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi atau gejala PMK.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan hari ini semuanya aman. Tidak ada sapi yang menunjukkan tanda-tanda terpapar PMK. Meski begitu, kami tetap mengimbau para peternak agar selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan kandang,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas kesehatan hewan Drh. Agung menjelaskan bahwa kegiatan pengendalian dan penanggulangan PMK terus dilakukan secara berkala, mengingat penyakit tersebut dapat menular dengan cepat jika tidak segera dicegah.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari TNI, khususnya para Babinsa yang ikut turun ke lapangan. Kolaborasi seperti ini sangat membantu kami dalam mengawasi kesehatan ternak di wilayah pedesaan,” ujar Drh. Agung.

Kegiatan surveilans yang dimulai pukul 09.05 WIB dan berakhir pada 09.20 WIB tersebut berjalan aman dan lancar. Tidak hanya sekadar pemeriksaan, Babinsa juga turut mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila ada ternak yang menunjukkan gejala sakit, seperti air liur berlebih, luka pada mulut, atau kesulitan berjalan.

Melalui kegiatan bersama ini, diharapkan upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku di wilayah Kecamatan Tualang dapat terus berjalan efektif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan ternak mereka. ***

Terkini