Selatpanjang, Catatanriau.com – Sosok Sugianto, yang akrab disapa Mas Tato, telah puluhan tahun aktif membesarkan organisasi Pemuda Pancasila. Ia juga pernah dikenal sebagai aktivis muda pada masa perkuliahan di era Orde Baru.
Menurutnya, pada masa itu kebebasan berpendapat sangat terbatas, namun semangat juang para aktivis tetap luar biasa. Di Kepulauan Meranti sendiri, Mas Tato kerap menjadi panutan sekaligus pembimbing bagi para aktivis, khususnya dari kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa adalah agent of change sekaligus agent of control, pengawas kebijakan pemerintah. Bahkan, lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti juga tidak terlepas dari peran aktivis mahasiswa. Hanya saja, cara penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan santun dan mengedepankan intelektual. Kehadiran saya di tengah para aktivis tak lain sebagai orang tua yang memberikan bimbingan. Jika ada yang keliru dalam pergerakan, maka saya memberikan nasihat dan teguran yang sifatnya mendidik,” ungkapnya.
Pemuda Pancasila sendiri dibentuk pada 28 Oktober 1959 oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Organisasi ini memiliki tujuan memperkuat NKRI, membina generasi muda, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat. Tanggal berdirinya yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa membina generasi muda juga merupakan tanggung jawab Pemuda Pancasila.
Lebih lanjut, Mas Tato menambahkan bahwa di Kepulauan Meranti, banyak kader Pemuda Pancasila berasal dari kalangan aktivis, baik alumni BEM maupun kelompok Cipayung. Ia berharap para aktivis di Meranti tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila agar setiap pergerakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.***