Pelalawan, Catatanriau.com – Pemerintah Desa Teluk Bakau, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk segera melakukan perbaikan dan semenisasi Jalan Desa Teluk Bakau yang saat ini mengalami kerusakan parah.
Jalan yang dibangun sejak tahun 2006 melalui program pertanian ini awalnya dikonstruksi dengan semenisasi selebar 1,5 meter dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat selama satu dekade hingga 2016. Namun, saat ini, sebagian besar jalan, khususnya sepanjang 4 kilometer yang masih berupa tanah merah, sudah tidak lagi layak digunakan, terutama saat musim hujan. Jalan menjadi berlumpur dan tergenang, mengakibatkan gangguan besar terhadap mobilitas warga.

“Hanya sekitar 1,5 kilometer jalan yang telah disemenisasi. Sisanya berupa jalan tanah merah yang sangat sulit dilalui, terutama saat hujan. Kondisi ini sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat serta akses anak-anak menuju sekolah,” ujar Zamzami Kepala Desa Teluk Bakau.
Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan masyarakat antar desa. Selain itu, jalan tersebut juga berfungsi sebagai jalur transportasi hasil pertanian padi, hortikultura, dan perkebunan kelapa dari lahan produktif seluas 500 hektar yang dikelola oleh warga desa. Potensi ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan, terutama bagi pelajar dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan, melalui dinas terkait, dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan melakukan semenisasi jalan ini. Infrastruktur yang layak adalah kunci untuk membuka potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya perbaikan infrastruktur jalan, Desa Teluk Bakau optimis dapat meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan pendidikan.***