Susana Sempat Memanas! Warga Minas Jaya Hadang Truk PT Rifansi, Mediasi di Kantor Lurah Jadi Jalan Tengah

Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:00:21 WIB
Mediasi Masyarakat Bersama Manajemen PT Rifansi di Kantor Lurah Minas Jaya, Jum'at (22/08/2025).

Siak, Catatanriau.com – Suasana panas sempat mewarnai Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Jumat (22/8/2025). Puluhan warga bersama pemuda dan perangkat RT/RW mendadak menghentikan laju truk Fuso pengangkut tanah timbun milik PT Rifansi Dwi Putra (RDP) di Jalan Kasturi.

Warga geram. Jalan yang sehari-hari dipakai masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, makin hancur. Lubang di badan jalan kian dalam, dan saat kemarau seperti sekarang, debu beterbangan setiap kali truk melintas.

“Semalam warga bersama pemuda langsung menyetop truk di Simpang PJR Jalan Kasturi. Suasana makin panas, akhirnya Ketua LPM Mudasir menginformasikan ke kami,” kata Lurah Minas Jaya, Apridesta, seusai memimpin pertemuan dengan pihak perusahaan di Kantor Lurah.

Kemarahan warga makin memuncak karena sebelum menggunakan akses Jalan Kasturi, pihak manajemen PT Rifansi tidak pernah memberikan pemberitahuan ataupun koordinasi kepada RT dan RW setempat. Hal itu dianggap bentuk ketidakpedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial masyarakat.

"Menurut warga sekitar, yang membuat mereka merasa dilecehkan. Tiba-tiba saja truk-truk besar melintas tanpa ada komunikasi, padahal jalan ini juga dilalui anak sekolah dan warga setiap hari,” ujarnya.

Untuk meredakan ketegangan, mediasi dipindahkan ke kantor lurah. Namun suasana pertemuan tetap berlangsung alot. Satu per satu perwakilan masyarakat bersuara lantang, menuntut agar PT Rifansi menghentikan aktivitasnya melewati jalan itu.

“Ya, memang akses itu milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Tapi kita tidak bisa menutup mata. Jalan itu juga vital untuk masyarakat, apalagi ada tiga sekolah di sana: Cordova, TK, dan SDN 03 Minas. Kalau terus dipakai truk besar, risikonya bisa fatal,” tegas Apridesta.

Warga menilai PT Rifansi turut memperparah kondisi jalan. Lubang makin menganga, bahu jalan makin sempit, dan setiap kali truk lewat, tak jarang abu pun ikut bertebaran.

"Jadi, masyarakat minta agar perusahaan segera menutup lubang-lubang itu. Jangan tunggu sampai ada korban, dan perusahaan menyanggupinya," ulas Lurah.

Setelah perdebatan panjang, pihak manajemen PT Rifansi yang diwakili Irwan (HRD) akhirnya menyanggupi tuntutan masyarakat. Mereka berjanji tidak lagi melewati Jalan Kasturi, namun menekankan bahwa rute alternatif harus lebih dulu mendapat persetujuan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

“Selama rute lain belum ditetapkan oleh PT PHR, aktivitas perusahaan untuk sementara dihentikan, begitu kata Irwan selaku pihak perwakilan manajemen PT Rifansi," ujar Lurah lagi.

Pertemuan itu dihadiri Lurah Minas Jaya Apridesta, Ketua LPM Mudasir, Ketua RT 03 RW 09 Fachrizal Bakri, Ketua RW 09 Muhharam, perwakilan RW 08 Nurdisal, Ketua RT 01 RW 08 Sugiono, tokoh masyarakat Al Hasan, Ketua Pemuda Andriko, unsur guru SDN 03, serta sejumlah warga Jalan Kasturi.

Meski ada kesepakatan, warga menegaskan akan terus memantau. Jika PT Rifansi mengingkari janji, aksi penyetopan bakal digelar dengan massa yang lebih besar.***

Terkini