Siak, Catatanriau.com — Dalam rangka kunjungan kerja sekaligus edukasi lingkungan, Bupati Siak Dr. Afni Z, menggelar kegiatan kemah bersama anak-anak di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, sejak Sabtu (5/7) hingga Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini tak hanya sarat makna, tetapi juga penuh pengalaman langsung dalam mengenal lebih dekat kehidupan gajah jinak korban konflik di kawasan konservasi tersebut.
Melalui akun Facebook resminya, Minggu (6/7), Bupati Afni menyampaikan kesan dan pesan mendalam dari kegiatan tersebut. Ia menuliskan bahwa kunjungan ini menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami kehidupan satwa liar secara langsung.
“Kunjungan kerja sekaligus kemah bawa anak-anak, untuk semakin dekat mengenal Gajah-gajah jinak korban konflik yang tinggal di Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Siak. Disini bisa melihat pola hidup keseharian Gajah, dan bisa ikut merasakan sensasi mandikan Gajah. Jangan lupa kalau kesini bawa buah dan gula merah. Sedekah untuk Gajah,” tulis Bupati Afni.
Selain menyatu dengan alam dan belajar tentang gajah, Bupati juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi hingga dini hari bersama Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono. Topik diskusi mencakup isu penting terkait mitigasi konflik satwa liar, khususnya gajah dan harimau, yang kian sering memasuki wilayah perkampungan di Siak.

“Kami juga berdiskusi perihal perkampungan yang ada dalam wilayah kawasan hutan di berbagai strata (SM, Lindung, HP, HPT, dll),” ungkapnya.
Bupati Afni menyoroti situasi genting di mana konflik ruang hidup antara manusia dan satwa liar di Siak makin mengkhawatirkan.
“Sesungguhnya di Siak antara manusia dan satwa sedang terjadi perebutan ruang hidup. Konflik ini jika tidak dimitigasi sejak dini, bagai bom waktu yang terus berdetak dan kapan saja bisa meledak,” tegasnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mengedepankan pendekatan ekologis dan edukatif dalam menangani isu lingkungan. Tidak hanya berbicara di ruang rapat, tetapi juga turun langsung ke lapangan, merasakan denyut masalah bersama masyarakat dan mitra konservasi.
PLG Minas sendiri merupakan rumah bagi sejumlah gajah jinak yang dulunya menjadi korban konflik dengan manusia. Di tempat ini, satwa-satwa tersebut mendapat perawatan, pelatihan, dan dijadikan duta edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian satwa liar.
Langkah Bupati Afni ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang menginspirasi, mengajak masyarakat – khususnya generasi muda – untuk tumbuh dengan rasa cinta terhadap alam dan satwa.***