Siak, Catatanriau.com — Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al-Muttaqin di Kamp Gudang, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, saat jama'ah masjid berkumpul dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025.
Dengan penuh semangat spiritual, jama'ah menyambut tahun baru ini dengan menggelar kegiatan dzikir bersama, membaca kalimat-kalimat toyyibah seperti Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Takhtim, Tahlil, serta doa bersama yang dipanjatkan dengan harap dan kerendahan hati.
Kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi umat Islam, khususnya warga Kamp Gudang, untuk mengawali tahun baru dengan suasana batin yang damai dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. “Semoga apa yang kami bacakan ini dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT, menjadi pahala, dan menjadi pembuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap salah satu jama'ah dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya sekadar tradisi, kegiatan ini juga menjadi simbol penyerahan diri kepada Sang Pencipta, serta upaya memohon perlindungan dari segala keburukan, terutama godaan setan. Bagi mereka, 1 Muharram adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki niat, dan memperbaharui semangat dalam beribadah.
“1 Muharram bukan tentang keramaian dan pesta besar. Ini adalah momen hening, tempat kita menanam niat baik untuk hidup yang lebih bermakna,” tambah jama'ah lainnya yang turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam konteks spiritualitas Islam, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti puasa sunnah Tasu’a dan Asyura, bersedekah, dan tentunya membaca doa awal tahun sebagai bentuk harapan akan keberkahan dan ketenangan dalam menjalani hari-hari ke depan.
Tahun Baru Islam kali ini menjadi pengingat bahwa hidup tidak hanya soal duniawi, tapi juga soal kesiapan hati dan jiwa menapaki langkah menuju kebaikan. Dengan semangat kebersamaan, jama'ah Masjid Al-Muttaqin menyambut 1447 Hijriah dengan harapan besar akan masa depan yang lebih damai, lebih religius, dan lebih berarti.***